Bahkan, warga pun mengaku siap jika memang penggusuran harus terjadi ditempat tinggalnya.
"Kalau buat normalisasi Kali Ciliwung, kita sih tidak apa-apa digusur," kata Ghofur (52) salah seorang warga kepada
RMOLJakarta, Rabu (11/2).
Meski siap jika digusur, namun hal itu juga harus disertai dengan ganti rugi yang sesuai. Pasalnya, jika digusur, maka ia beserta warga lainnya tentu harus mencari tempat tinggal yang baru.
"Tapi ganti ruginya harus sesuai, jadi tidak main asal gusur saja tanpa solusi," tegasnya.
Ghofur pun mengaku, tempat kediamannya saat ini ada kelengkapan surat-surat administrasi-nya yang sah. Pasalnya, ia sudah tinggal dirumah tersebut sejak masih kecil.
"Saya punya rumah disini dari masih kecil, jadi ada surat-suratnya. Jadi kalau digusur, ya harus ada ganti ruginya, dan harus sesuai ya," jelas dia.
Sementara itu, ketika ditanya apakah sudah ada sosialisasi dari dinas terkait perihal penggusuran untuk normalisasi kali diwilayah tersebut, ia mengaku belum mendapat sosialisasi.
"Sosialisasi belum ada, yang ada itu cuma orang ngukur-ngukur saja, tapi pas ditanya lagi apa, mereka nggak jawab," imbuhnya.
[Prasetyo/sim/jkt/man]