Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam sambutan di peringatan Hari Ulang Tahun Gerindra ke-7 yang diselenggarakan di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta (Jumat, 6/2).
Prabowo menjelaskan bahwa Partai Gerindra didirikan karena waktu itu pendiri partai merasakan arah perkembangan bangsa yang semakin merisaukan. Pasalnya, banyak partai besar yang sudah ada justru tidak ingat landasan ideologi negara dan bangsa.
"Mereka berbicara Pancasila tetapi pelaksanaan Pancasila diabaikan, Pasal 33 UUD 45 diabaikan, kekayaan negara dan bangsa dibiarkan diambil bangsa-bangsa lain, aliran keuangan negara terus mengalir dari bangsa ini," ujarnya.
Kegundahan itu, lanjut Prabowo, yang menjadi perjuangan Gerindra. Partai Gerindra berkomitmen untuk mengkritik sistem ekonomi neoliberal yang merugikan rakyat.
"Ini adalah perjuangan Gerindra, kita partai pertama yang menyebut sistem ekonomi neolib keliru. Kita yang pertama dan kita dibenarkan oleh sejarah," lantang Prabowo.
Namun begitu, diakui Prabowo bahw partai Gerindra tidak bisa menutupi kekecewaan karena belum berhasil menduduki kursi presiden Indonesia. Namun, ia berharap agar kekecewaan itu tidak menyurutkan semangat kader untuk mengamankan dan menyelamatkan Indonesia.
"Kursi bukan tujuan kita. Tapi kursi kekuasaan adalah langkah kita mengabdi kepada negara dan bangsa," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: