Imron Rosadi (38), warga Taman Sari, Jakarta Barat mengatakan, di wilayahnya banyak tempat hiburan malam yang buka dari siang hari hingga subuh. Contohnya diskotik Puja Sera, Milles, dan diskotik Eksotik.
"Seperti tidak menghormati umat islam yang sedang beribadah saja," ujar Imron kepada
RMOLJakarta di Lokasari, Jumat (6/2).
Imron menjelaskan, diantara sekian banyak tempat hiburan malam, diskotik Eksotik dianggap sangat keterlaluan. Lantaran, diskotik yang berada di Jalan Mangga Besar tersebut tutup sekitar pukul 09.00 WIB. Bahkan tempat dugem itu apabila hari Sabtu dan Minggu nonstop 24 jam tidak tutup.
"Aturannya itu seperti apa, harusnya taati sesuai aturan, masa sampai 24 jam tidak tutup," keluhnya.
Tidak hanya Eksotik, diskotik Puja Sera yang berada di sekitar THR Lokasari juga sama. Tempat tersebut juga saat hari minggu buka 24 jam tanpa henti.
"Seharusnya pemerintah menegus dan memberikan sanksi kepada tempat hiburan malam yang buka hingga 24 jam," ujarnya.
Senada dengan Imron, Yuningsih juga merasa resah dengan kehadiran tempat hiburan malam itu. Bahkan para pengunjung yang pulang siang hari sangat mengganggu warga. Buktinya, sering terjadi kecelakaan akibat pengedaranya baru pulang dari tempat dugem.
"Polisi juga harus bertindak, kan sudah banyak korbannya," tutupnya.
[goeng/sim/jkt/adm]