Demikian analisis dari Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consulting Dimas Oky Nugroho. Menurut Dimas, di setiap pemerintahan baru, tarik-menarik kepentingan itu biasa terjadi.
"Pada awal pemerintahan SBY tahun 2004 juga begitu. Ada persaingan yang kuat antara kubu Sudi Silalahi dan Yusril Ihza Mahendra. Juga ada polemik pemilihan Ryamizard Riyacudu sebagai panglima TNI yang sudah disetujui DPR tapi tak kunjung dilantik," jelasnya, Kamis (5/2).
Namun, seiring berjalannya waktu, pemerintahan SBY saat itu mulai solid. Dari situ, Dimas yakin pemerintahan Jokowi juga sedang menuju ke kesolidan itu. "Memang butuh waktu. Mungkin sekitar satu tahun. Setelah itu pemerintahan akan solid dan berjalan baik," imbuhnya.
Untuk menuju kesolidan itu, sambungnya, pemerintahan Jokowi juga harus bisa merangkul parlemen. Strategi ini juga pernah dilakukan SBY saat mendorong Jusuf Kalla menjadi ketua umum Golkar.
Dengan makin mesranya Jokowi dengan Koalisi Merah Putih (KMP), Dimas melihat langkah merangkul parlemen tersebut bisa terwujud. Sebab, Jokowi tidak cukup hanya mengandalkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk menggolkan program-programnya dan disetujui DPR.
[zul]
BERITA TERKAIT: