Menurut Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Mambang Hertadi, kerusakan tersebut terjadi akibat pengeboran horizontal dari Perusahaan Air Minum (PAM) tanpa koordinasi dengan PLN terlebih dahulu.
"Pengeboran tersebut menimbulkan bocornya minyak pendingin yang sekaligus berfungsi sebagai pelindung kabel (isolasi)," kata Mambang melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/2).
Mambang menjelaskan, agar pasokan listrik tetap terjaga, untuk sementara PLN mengisi minyak isolasi kabel setiap 4 jam sekali sebanyak 200 liter, dan memperbaiki kerusakan kabel tersebut yang akan berlangsung kurang lebih selama 12 jam.
Lebih lanjut Mambang menjelaskan, dalam proses perbaikannya, PLN berupaya meminimalisir dampak wilayah padam, dengan melakukan manuver atau pengalihan beban pada jaringan 20 kV.
"Apabila proses pengalihan beban tidak cukup untuk meminimalisir wilayah padam, maka akan ada sebagian wilayah Jakarta yang berpotensi terkena pemutusan aliran listrik sementara, selama 3 jam bergantian," jelas dia.
Karenanya, PLN berharap masyarakat dapat berpartisipasi menghemat pemakaian listrik, dengan mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan. Dan bagi pelanggan yang memiliki genset, Mambang memohon untuk mengaktifkannya.
"PLN mengimbau kepada seluruh pemilik utilitas jaringan bawah tanah, untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan PLN, apabila akan melakukan pengeboran," pungkasnya.
[Prasetyo/sim/jkt/man]