"Saya belum mendapat laporan tentang kejadian itu," ujar Arie saat dihubungi, Kamis (29/1).
Arie mengaku heran dengan kasus tersebut. Karena seluruh gaji pegawai negeri sipil (PNS) DKI langsung ditransfer melalui Bank DKI. Lain halnya dengan guru honorer.
"Kalau guru negeri gaji kan langsung transfer ke rekening. Siapa yang motong?" Katanya.
Terkait dua guru SD tersebut, Arie mengaku sudah menginstruksikan anak buahnya untuk melakukan interogasi langsung ke Kepala Sekolah SD Negeri Kemanggisan 08 Petang, Jakarta.
"Saya sudah perintahkan tim untuk bertanya langsung ke kepala sekolahnya. Ini harus diselidiki," pungkas Arie.
Seperti diketahui, IE dan S, guru di SD Negeri Kemanggisan 08 Petang Jakarta mengaku hanya menerima gaji sebesar Rp4.272 juta dalam rentang periode Desember 2014-Januari 2015. Padahal, seharusnya IE menerima gaji sebesar Rp4.701 juta per bulannya. Sementara S hanya menerima Rp4.589.400 selama dua bulan terakhir. Padahal seharusnya ia menerima Rp4,878,400.
Karena itu, IE dan S mendatangi Kantor Komisi E DPRD DKI untuk melaporkan kasus pemotongan gaji tanpa alasan jelas itu. Mereka mengadukan kasus tersebut ke DPRD secara diam-diam karena takut dengan atasan mereka.
[sim/jkt/adm]