Pria Lampung kelahiran 17 Mei 1962 ini lahir dari keluaga petani. Karena itu Zulkifli Hasan tahu persis apa arti kegigihan untuk mengubah nasib. Kondisi dan keadaan membuat ia harus tegar menghadapi persoalan.
Dengan tekad yang membaja, Zulkifli kecil merantau ke Jakarta setelah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tentu saja hidup di Ibukota bukan perkara mudah. Namun niat Zulkifli sudah tak bisa ditawar lagi dan langkahnya tak bisa ditarik kembali ke belakang.
Di Jakarta, untuk bisa besekolah, Zul kecil pernah menjadi tukang cuci taksi dan penjual minuman ringan. Dan setelah lulus pendidikan menengah atas di SMA 53 Jakarta, Zul berdagang panci keliling.
Belakangan, Zulkifli menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tak lama, meski diolok-olok kolega sebagai orang yang
miring, Zulkifli meningalkan kursi PNS dengan kondisi finasial yang stabil.
Zulkifli mau jadi pengusaha. Salah satu sandaran ia bertekad berwirausaha adalah pesan sang ayah. Ayahnya mengingatkan agar Zulkifli tak terus menerus menjadi pengikut, melainkan harus berani menjadi pemimpin meskipun dimulai dari sesuatu yang kecil.
Dan terbukti, Zulkifli sukses memimpin dalam berbisnis. Posisi yang ia perjuangkan maupun kepercayaan yang ia terima tak pernah disia-siakan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: