Terbang numpak helikopter TNI AU, Presiden bersama rombongan tiba di Entikong sekitar pukul 10.00 pagi. BerÂbalut kemeja putih, celana hitam, Presiden langsung turun mengecek kondisi di sekiÂtar Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB). Setelah ngeÂcak-ngecek, Presiden Jokowi mengakui kondisi di wilayah perbatasan selama ini memang terabaikan dan kurang perhatian dari pemerintah pusat.
Entikong ini kalau saya lihat dan saya dapat informasi dan saya tanyakan lagi, memang sudah lebih dari 25 tahun nggak diapa-apain. Jadi kalau dibandingin dengan yang di seberang (MaÂlaysia), memang sangat jauh, baik dari segi pelayanan beda jauh. Yang jelas untuk fisik dan untuk umum dan port (pelabuhan)-nya sangat jauh,†kata Presiden semÂbari memantau.
Melihat perbedaan yang menÂcolok tersebut, Presiden berjanji akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut mulai Maret tahun ini. Kita akan rombak total wajah perbatasan kita. Semoga dalam dua tahun ini akan berubah. Nanti Desember ke sini lagi kita lihat nanti,†ungkap Jokowi.
Selain membangun infrastruktur, pemerintah pusat juga merombak sistem pelayanan terpadu di wilayah perbatasan. Dengan sistem tersebut, pengaÂwasan di pos perbatasan akan lebih diperketat.
Nanti nggak ada lagi peÂnyelundupan. Semuanya di Entikong akan melalui x-ray online system, semuanya akan dibenahi tidak hanya fisik, peÂlayanan dan sistem akan lebih baik,†ujar dia.
Kata Presiden, pembangunan besar-besaran di perbatasan buÂkan cuma menyejahterakan warÂga yang memang sejak merdeka masih dalam keterbatasan. Tapi, juga menumbuhkan rasa nasionÂalisme dan kebanggaan jadi wong Indonesia. Ini masalah kebangÂgaan, selain juga kesejahteraan,†kata Presiden.
Saat hendak meninggalkan Entikong, kondisi cuaca semÂpat memburuk. Hujan deras mengguyur wilayah perbatasan hampir selama setengah jam. Presiden dan rombongan, akhÂirnya menunda perjalanan dan menunggu di Satgas Pengamanan Perbatasan sebelum melanjutkan kunjungan ke Tayan, Kabupaten Sanggau. ***
BERITA TERKAIT: