Sarjana Katolik Minta Para Menteri Tak Lagi Pertontonkan Perilaku Politik Artifisial

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 19 Desember 2014, 05:40 WIB
Sarjana Katolik Minta Para Menteri Tak  Lagi Pertontonkan Perilaku Politik Artifisial
ilustrasi/net
rmol news logo . Para menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja diminta tidak melakukan perilaku politik artifisial, di luar kenormalan dan kewajaran. Misalnya seperti meloncat pagar, menyuguhkan ubi, menjual gedung demi penghematan dan lain-lain.

Imbauan ini disampaikan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Economy and Politic Outlook 2015 yang diselenggarakan di Jakarta (Kamis, 18/12).

"Yang paling penting, para menteri selayaknya menunjukkan politik essential sesuai dengan Nawa Cita program Presiden," kata Ketua Umum Presidium Pusat ISKA, Muliawan Margadana.

Lebih jauh lagi, jelas Muliawan, pemerintah perlu mempersiapkan terbangunnya kembali ekonomi kecil dan lemah seperti yang terjadi pada krisis ekonomi pada tahun 1998. Karena dengan hal tersebut  diharapkan Indonesia dapat melewati masa sulit dalam krisis ekonomi.

Sementara kepada lembaga negara strategis lainnya, seperti DPR RI, ISKA meminta untuk mengutamakan kepentingan nasional dengan bekerja bersama-sama untuk menghadapi situasi global dan nasional yang makin tidak menentu.

"Pengajuan APBN-P di tahun 2015 tentu tetap patut dikritisi, namun jangan sampai menjadi kegaduhan politik berkelanjutan," demikian Muliawan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA