PGN dan Pertamina Harus Bersatu Atasi Pasokan Gas di Sumut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 19 Desember 2014, 03:33 WIB
PGN dan Pertamina Harus Bersatu Atasi Pasokan Gas di Sumut
ilustrasi/net
rmol news logo . Perusahaan Gas Nasional (PGN) dan Pertamina harus bersatu dalam mengatasi pasokan gas di Sumatera Utara.

Demikian harapan Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Utara, Edi Salim, yang disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Sinergi BUMN dan Peran Pemerintah dalam Menyelesaikan Krisis Gas Bumi di Wilayah Sumatera Utara yang digagas Energy Nusantara di Jakarta (Kamis, 18/12).

Edi berjanji Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan mendukungnya dengan mengusahakan gas mudah dan murah. Saat ini, jelasnya, kebutuhan gas di Sumut mencapai 39,51 mmscfd tetapi yang tersedia hanya 6 mmscfd.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Protokol SKK Migas, Zudaldy Rafdi, menegaskan bahwa harga gas harus memperhatikan keekonomian pasar. Formula harga gas berbeda-beda antara di hulu dengan harga LNG.

Sedangkan Suryadi Mardjoeki, Kepala Divisi Gas dan BBM PT PLN menyatakan persoalan di Sumut adalah karena gasnya yang tidak ada. Yang ada hanyalah LNG yang harganya cukup tinggi.

"Persoalannya, apakah industri mampu membeli dengan harga di atas 16 USD per mmbtu", katanya.

FGD yang dihadiri sekitar 80 orang praktisi migas baik dari Jakarta maupun Sumut ini berlangsung cukup dinamis dan membuka cakrawala baru. Dari hasil FGD diperoleh beberapa kesimpulan yang kelak bisa menjadi acuan pemerintah dalam mengambil keputusan mengingat krisis gas di Sumut sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan. [ysa]​

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA