Menteri Puspayoga Curiga Ada yang Salah dengan Perkoperasian Selama Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 05 Desember 2014, 11:10 WIB
Menteri Puspayoga Curiga Ada yang Salah dengan Perkoperasian Selama Ini
puspayoga/net
rmol news logo . Ekonomi suatu negara akan kuat bila koperasi dan usaha kecil menengahnya kuat. Pun demikian sebaliknya, bila pelaku usaha kecil menengahnya lemah, maka ekonomi negara juga bisa lemah.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Koperasi se-Jawa Timur di Kantor Puskud Jatim, Jalan Kemayoran Baru, Surabaya (5/12).

Puspayoga memberi contoh di Eropa Barat maupun di Amerika Serikat. Di Belanda misalnya, pelaku UKM ini mencapai 95 persen. Sementara di AS, Presiden Bill Clinton membuat program small bisnis, dengan memberi bantuan dan pendampingan pada UKM.

"Dalam sejarah AS, ketahanan ekonomi paling tinggi di AS, ya pas zaman Clinton," ungkap Puspayoga, yang datang ke lokasi acara dari Bandara Djuanda dengan menggunakan mobil kijang innova.

Dalam kesempatan ini, Puspayoga juga menekankan bahwa pasti ada yang salah dengan perkoperasian Indonesia saat ini. Sebab dengan jumlah koperasi yang banyak sebagaimana data yang ia terima, namun ternyata ketimpangan masyarakat sangat tinggi.

"Saya sendiri masih ragu dengan data itu. Apakah data itu by name dan by address. Saya mau mendata kembali," demikian Puspayoga. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA