DI jejaring sosial Twitter, account @ipalawa menilai positif apabila etÂnis tionghoa ingin masuk dan menÂdaftar menjadi anggota TNI. MenuÂrutnya, etnis tionghoa sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Mantaplah itu,†kicauÂnya.
Account @m_ikwan berharap, etÂnis tionghoa tidak malu dan minder menÂdaftar sebagai anggota TNI. Dia yaÂkin, proses seleksi anggota TNI tiÂdak mendeskriditkan etnis tertentu.
Patut dicoba, kalo mampu pasti diÂterima,†katanya.
Account @sintax-error membeÂberÂkan, sebenarnya ethis tionghoa suÂdah ada yang masuk militer seteÂlah kemerdekaan. Biasanya, kata dia, etnis ini ditempatkan bukan di lapangan.
Setelah era orba tahun 1965 ethÂnis tionghoa mendapatkan diskriÂmiÂnasi dari pemerintah pada saat itu,†bebernya.
Account @macan123merah meÂneÂgaskan, banyak etnis tionghoa yang memiliki jiwa nasionalis dan miÂlitan, tetapi kebanyakan kuatir deÂngan diskriminasi karier. Kata dia, reaÂlitas saat ini suku dan agama menÂjadi faktor yang dipertimbangkan unÂtuk berkarier cemerlang.
Ayo buktikan dalam realitas seÂhari-hari bahwa negara kita meÂlinÂdungi dan membela etnis TiongÂhoa,†ujarnya.
Account @ianpram pesimistis peÂmerintah memberi peluang setara keÂpada etnis tionghoa menjadi angÂgota tentara. Menurutnya, kecil peÂluÂang etnis minoritas ini menjadi angÂÂgota angkatan perang dan keaÂmanan Indonesia.
Ah paling cuma omdo. KenyaÂtaÂannya di lapangan tidak seperti itu,†klaimnya.
Account @Tata Amara meminta, peÂmerintah mensosialisasikan ke sisÂwa di sekolah-sekolah yang ada etÂnis tionghoa mendaftar menjadi praÂjurit perwira, bintara, dan tamÂtaÂma. Buktikan, kalau mereka dibeÂriÂÂkan kesempatan mendaftar jadi miÂliter dan tidak di diskriminasi,†katanya.
Account @ @christoforus_yona mengatakan, bagaimana etnis Tionghoa bisa membela negara Indonesia, jika pemerintah Indonesia senÂdiri tidak melindungi etnis TiongÂhoa, memandang sebelah mata, haÂram, dan seterusnya.
Ahok saja karena Chinese, masih ditentang dan ditolak sebagian warga JaÂkarta. Apalagi kalau warga tiongÂhoa menjadi tentara,†ketusnya.
Tweeps @ary_moto menduga, warga etnis tionghoa sekarang lebih tertarik menjadi pemain sepak bola, ketimbang menjadi tentara.
Mari masuk timnas sepakbola. SaÂma-sama bela negara, tanpa militÂer,†kicaunya.
Tweeps @damanikiskandar berÂkeÂlakar, anak remaja etnis tionghoa lebih cocok menjadi pengusaha meÂneruskan usaha keluarga dibandingÂkan menjadi anggota TNI.
Hahaha boro-boro pada mau, menÂding jadi pengusaha aja bro,†kicauÂnya.
Tweeps @panduarsenio menimÂpaÂli, Mana mau masuk militer, daÂgang handphone baru mau dah, haÂha,†guyonnya.
Sampai saat ini warga Tionghoa dinilai takut untuk masuk ke dalam kemiliteran Indonesia. Untuk itu, haÂrus ada perubahan aturan kebijakan kesetaraan agar adanya perubahan.
Harus ada perubahan aturan kebiÂjakan kesamaan kesataraan yang saÂma di tingkat UU. Agar para warga TiongÂhoa ini tidak lagi minder,†ujar PeÂngamat Militer LIPI Jaleswari Pramodharwardani.
Jaleswari berharap, warga TiongÂhoa merasa sama dengan warga neÂgara lainnya. Tidak ada perbedaan jiÂÂka mereka masuk ke dalam dunia miÂliter Indonesia.
Jadi kontribusi ini cara kita lihat keÂbhinnekaan kita,†ujar Jaleswari.
Dilain pihak, Asintel Kodam Jaya, Sony Aprianto juga mengajak para warÂga Tionghoa untuk bergabung. Karena sampai saat ini warga TiongÂhoa hanya berada dalam posisi yang umum saja.
Jadi saya mengajak saudara kami lebih peran aktif lagi untuk ikut serta bela negara,†tutupnya. ***
BERITA TERKAIT: