Jumlah Petugas Minim, Kadis Taman Tak Bisa Cegah Aksi Mesum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 25 November 2014, 17:38 WIB
Jumlah Petugas Minim, Kadis Taman Tak Bisa Cegah Aksi Mesum
ilustrasi/net
rmol news logo Kelapa Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Nandar Sunandar, mengakui bahwa pihaknya kewalahan mengelola taman-taman yang bertebaran di seluruh ibukota.

Jumlah petugas pengawas taman yang minim membuat fungsi taman berubah dari ruang publik menjadi arena berbuat mesum.

"Tidak semua taman dijaga. Selain keterbatasan, petugas difokuskan menjaga taman-taman besar," ungkapnya saat dihubungi, Selasa (25/11).

Nandar mengklaim selama ini telah berusaha mengerahkan jajarannya untuk mengawasi sejumlah taman. Petugas biasanya berpatroli dari satu taman ke taman lainnya. Taman Suropati dan Taman Menteng menjadi tempat yang dijaga ketat oleh petugas. Setidknya dua petugas berpatroli di dua taman besar ini setiap harinya. Petugas tersebut dibagi dalam sistem tiga kali kerja. Masing-masing petugas diberi jatah patroli selama 8 jam.

"Taman besar seperti Menteng dan Suropati dijaga petugas 24 jam. Tiap petugas wajib mengingatkan pengunjung yang melangar aturan. Terutama yang berani berbuat mesum di taman," ungkapnya.

Namun Nandar mengatakan bahwa petugas taman yang ada selama ini tidak berasal dari internal dinas. Melainkan dari pihak ketiga.

Sebagaimana diketahui, acara nonton bareng yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta di Taman Menteng selama beberapa hari dimanfaatkan untuk berbuat mesum oleh pasangan muda mudi.

Tindakan mesum leluasa dilakukan karena seluruh lampu di Taman Menteng mesti dimatikan demi berjalannya acara, termasuk lampu-lampu kecil yang menerangi sejumlah sudut. Pasangan muda-mudi yang duduk di bangku besi taman itu menjadi bebas melakukan adegan mesum tanpa terlihat oleh warga lain.

Warga umum atau karyawan perkantoran yang biasanya melintas di taman tersebut juga mengaku terganggu. Area taman yang gelap gulita membuat pejalan kaki tidak bisa melihat dengan leluasa. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA