Anggota Parlemen Tolak Iklan Junk Food dalam Tayangan Program Anak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Sabtu, 08 November 2014, 21:52 WIB
Anggota Parlemen Tolak Iklan <i>Junk Food</i> dalam Tayangan Program Anak
ilustrasi/net
rmol news logo . Anggota parlemen Rusia mengajukan sebuah usulan untuk melarang iklan junk food selama tayangan acara anak-anak baik di televisi maupun di radio nasional.

"Setiap anak harus diberikan panduan, penanaman nilai-nilai, dan diberikan bimbingan moral. Dalam program tayangan favorit anak biasanya terkait dengan produk tertentu yang sering berbahaya bagi kesehatan," jelas Alena Arshinova, seperti dikutip Russia Today (Sabtu, 8/11).

Menurutnya, tujuan dari usulannya itu untuk melindungi anak-anak dari prilaku "agresif" iklan junk food. Usul ini juga agar anak-anak tidak memaksa orang tua mereka untuk membeli junk food setelah menonton acara favorit mereka.

Usulan ini muncul ketika parlemen tengah mempertimbangkan amandemen baru UU Iklan yang akan membatasi pemasaran makanan yang mengandung lemak, garam, dan gula sangat tinggi.

Ini juga seiring dengan Program Pembangunan Kesehatan tahun 2020 Kementerian Kesehatan Rusia yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang konsumsi makanan sehat. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA