"Sebab peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini merupakan momentum yang tepat bagi seluruh elemen organisasi mahasiswa dan kepemudaan daerah untuk menyatukan visi dan misi membangun semangat nasionalisme, tanpa terkotak-kotakkan oleh suku, bahasa, agama, budaya dan kepentingan masing-masing," kata Ketua umum Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara Jakarta, Muhammad Syafii Pasaribu, beberapa saat lalu (Selasa, 28/10).
Muhammad Syafii Pasaribu juga mengimbau, jika pemerintahan Jokowi-JK ingin menggandeng organisasi mahasiswa dan kepemudaan, khususnya kepemudaan daerah dalam mensukseskan pemerintahan mereka, maka harus segera memfasilitasi pertemuan antar organisasi mahasiswa dan kepemudaan daerah untuk saling bertukar pandangan dan wawasan. Pertemuan itu juga harus dijadikan momentum untuk menyatukan visi dan misi organisasi untuk kepentingan negara dan bangsa demi perwujudan pengamalan Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.
Syafii Pasaribu juga berharap agar organisasi mahasiswa dan kepemudaan daerah tidak terkotak-kotak oleh suku dan budaya. Sebab hal itu berseberangan dengan tujuan perjuangan peristiwa Sumpah Pemuda.
"Kini adalah saatnya kita para mahasiswa dan pemuda untuk membuktikan diri, bahwa kita bisa bersatu padu, bahu membahu tanpa mempedulikan golongan apapun, demi membuat Indonesia lebih baik dengan karya yang nyata," demikian Syafii.
[ysa]
BERITA TERKAIT: