Seharusnya Komposisi Kabinet Juga Perhatikan Suasana Kebatinan Kader PDIP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 27 Oktober 2014, 10:51 WIB
Seharusnya Komposisi Kabinet Juga Perhatikan Suasana Kebatinan Kader PDIP
tb hasanuddin-JOKOWI/net
rmol news logo . Untuk memenangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pilpres, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung, sudah berjuang "berdarah-darah". PDI Perjuangan mengerahkan semua kader, bukan hanya untuk menawarkan sosok Jokowi pada publik, tapi juga harus menepis segala isu negatif yang dihembuskan kepada Jokowi.

"Kita harus menaruh rasa hormat kepada seluruh kader yang telah berjuang bersama," kata politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada RMOL beberapa saat lalu (Senin, 27/10).

Namun ternyata, lanjut TB Hasanuddin, dalam format jumlah menteri di kabinet, bila dipandang dari sudut proporsional perolehan kursi di DPR RI, ternyata tidak adil. Jumlah kursi PDI Perjuangan di kabinet sama dengan jumlah kursi untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Padahal secara proporsional, PDI Perjuangan punya 109 kursi di DPR, sementara PKB punya 47 kursi.

Empat orang menteri dari PDI Perjuangan yang dimaksud adalan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM  Yasona Laoly dan Menteri Koperasi dan UKM AAGM Puspayoga. Sementara dari PKB ada Menteri Ketenagakerjaaan Hanif Dakhiri, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrowi dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar

Bahkan, Partai Nasdem, yang punya 35 kursi DPR, juga mendapat tiga menteri, yaitu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Perdjianto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. Hanura yang punya 16 kursi di DPR punya dua menteri, yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi dan Menteri Perindustrian Salih Husin

"Memang dalam politik tidak berlaku ilmu matematika, tapi kita juga harus tetap memperhatikan suasana kebatinan kader intern untuk persiapan pada 2019 nanti," ungkap TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin, yang juga merupakan Wakil Ketua Pemenangan bidang Penggalangan dan Intelijen ini pun mengingatkan, berdasarkan banyak masukan dari kader PDI Perjuangan di akar rumput, bahwa pertarungan di 2019 nanti diprediksi akan semakin keras dan sulit.

"Kemenangan PDI Perjuangan dalam Pemilu dan Pilpres 2014 seharusnya menjadi modal politik dalam kemenangan di 2019 nanti," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA