Pakar transportasi ekonomi, Hermanto Dardak, mengakui ketersedian infrastruktur menjadi kunci keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK guna mengatasi pengembangan daerah-daerah yang relatif tertinggal seperti di Kawasan Timur Indonesia, koridor barat Sumatera dan Selatan Jawa.
"Untuk mendorong pembangunan perdesaan, desentralisasi jasa dan industri terapan melalui pengembangan kawasan agropolitan yang nantinya menjadi embrio perkotaan yang lebih terstruktur," ujar pemegang predikat
distinction dari University of New South Wales, Sydney, Australia ini, beberapa saat lalu (Santu, 25/10).
Menurut mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum di era kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini, poros pengembangan ekonomi harusnya harusnya difokuskan pada pembangunan infrastruktur.
Antara lain, jelasnya, pelabuhan laut dengan menetapkan pelabuhan hubungan internasional, penentuan rute pelayaran yang efektif dan dan kompatibel dengan alur pelayaran internasional dan pengembangan sarana pendukung seperti galangan kapal, pengebamnbangan tenaga listrik dan sumber daya energi serta jaringan jalan bebas hambatan serta jalan raya yang memiliki akses tinggi di sepanjang koridor dan ke pelabuhan internasional.
"Jangan pernah bermimpi lagi soal poros maritim. Kini saatnya kita menjadikan laut sebagai halaman depan rumah kita. Jadikan laut senbagai sebuah kesatuan tata ruang pembangunan nasional," demikian penerima penghargaan Honorary Fellow dari The Asean Federation of Engineering Organization.
[ysa]