Nasdem Mau Cara Jokowi Memilih Menteri Juga Diikuti DPR Saat Memilih Pimpinan Komisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 24 Oktober 2014, 05:03 WIB
Nasdem Mau Cara Jokowi Memilih Menteri Juga Diikuti DPR Saat Memilih Pimpinan Komisi
nasdem/net
rmol news logo . Langkah Presiden Jokowi meminta masukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam memilih calon menteri sangat baik untuk mencegah potensi korupsi dan menciptakan lembaga pemerintahan yang bersih.

Demikian disampaikan Sekretaris Fraksi Partai NasDem di DPR, Syarif Abdullah Alkadrie. Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Barat itu mendukung sepenuhnya langkah yang ditempuh Presiden RI ketujuh itu.

"Saya mendukung langkah yang dilakukan Jokowi meminta masukan kepada KPK di dalam menetapkan menteri," kata Syarif, sebagaimana dilansir JPNN, Kamis malam (23/10).

Bahkan, Syarif menegaskan bahwa harusnya langkah Jokowi meminta masukan KPK itu juga diikuti lembaga legislatif termasuk legislatif. Misalnya, untuk pemilihan pimpinan alat kelengkapan di DPR, MPR dan DPD.

"Seharusnya legislatif dan yudikatif pun melakukan hal yang sama, meminta masukan kepada KPK sebelum menentukan pimpinan," ungkap mantan anggota DPRD Kalbar ini.

Syarief juga mengatakan, DPR yang mempunyai fungsi pengawasan, legislasi, anggaran harus benar-benar bersih. Dengan demikian, DPR bisa benar-benar menjalankan fungsinya itu. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA