Demikian penilaian Lembaga rating asal Jepang, Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR). JCR sebelumnya telah melakukan afirmasi atas
sovereign credit rating Indonesia pada BBB-/stable outlook pada 13 November 2012.
JCR menilai beberapa faktor kunci yang mendukung
afirmasi sovereign credit rating Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi yang kuat, pengelolaan fiskal dan sistem perbankan yang sehat, serta ketahanan perekonomian terhadap tekanan eksternal.
Sebaliknya, faktor-faktor yang dinilai menjadi risiko bagi
sovereign credit rating Indonesia adalah ketergantungan pada komoditas sumber daya alam, defisit neraca berjalan, dan aliran investasi yang fluktuatif.
Tingginya subsidi BBM, ketertinggalan infrastruktur, dan pasar keuangan yang belum berkembang juga menjadi risiko.
JCR juga, sebagaimana dilansir
JPNN (Jumat, 24/10), mencatat respon kebijakan dari otoritas dalam rangka memastikan stabilitas ekonomi dalam menghadapi guncangan eksternal. JCR menyatakan terdapat indikasi bahwa pemerintahan baru akan menerapkan kebijakan pengurangan subsidi BBM dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah-panjang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: