"
Political will Presiden untuk melibatkam KPK dan PPATK dalam proses seleksi menteri harusnya bukan bagian dari asesoris, melainkan sebagai komitmen untuk membangun kabinet yang kredibel," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, dalam keterangan beberepa saat lalu (Rabu, 22/10).
Menurut dia, kabinet yang kredibel dibutuhkan oleh pemerintahan baru untuk memperkuat kepercayaan publik. Dengan cara itu, program pemerinatahan baru akan bisa lebih efektif dan memiliki legitimasi tinggi.
"Ini juga penting untuk menghindari pemerintahan baru dari beban-beban yang tidak perlu, sehingga pemerintahan bisa langsung bekerja," ujarnya.
Karena kebutuhan membangun kabinet yang kredibel, kata dia, maka hasil
tracing dari KPK dan PPATK seharusnya jadi referensi utama dari Presiden dalam memutuskan.
[ysa]