
. Pidato yang diawali ucapan terima kasih kepada Prabowo Subianto dengan panggilan sahabat, menunjukkan bahwa Presiden Jokowi ingin mengawali masa pemerintahannya dengan membangun kebersamaan. Pidato Jokowi penuh semangat persatuan dan rekonsiliasi.
"Ini memberikan makna bahwa sudah selesai semua kompetisi politik di pilpres yang lalu dan mulai memasuki babak baru pemerintahan dengaan bekerja," kata anggota Fraksi Golkar, Muhammad Misbakhun, dalam keterangan beberapa waktu lalu (Senin, 20/10).
Menurut Misbakhun, hal menarik dari pidato tersebut adalah semangat membangun kedaulatan bangsa dari sisi politik luar negeri yaitu diperkuatnya posisi politik bebas dan aktif. Fokus pemerintahan pun sepertinya akan diarahkan di sektor kelautan karena sangat jelas pesan yang disampaikan bahwa sektor maritim akan digarap dengan serius.
"Pesan jalesveva jayamahe, menunjukkan keseriusan tersebut. Untuk itu saya mengharapkan komposisi kabinetnya nanti harus memcerminkan peta jalan ke arah fokus tersebut," ungkap Misbakhun, sambil mengutip pidato Jokowi yang menyebutkan: terlalu lama kita memunggungi samudera dan teluk.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.