Sebab, kata pengamat politik Rusmin Effendy, figur yang bakal masuk menjadi menteri kabinet haruslah orang-orang yang benar-benar memiliki kompetensi ide dan gagasan yang cemerlang, kapasitas intelektual, pengalaman, dan disiplin keilmuan. Hal yang juga tak kalah penting adalag memiliki komitmen membantu pemerintah dalam menyelesaikan pelbagai persoalan bangsa.
"Kabinet Jokowi-JK ini akan menjadi ukuran berkualitas tidaknya pemerintahan ke depan. Kalau sampai salah, bukan tidak mungkin akan menurunkan kepercayaan publik kepada Jokowi-JK sendiri," kata Rusmin kepada
RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 5/10).
Rusmin juga mengatakan, figur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pemerintahan Jokowi-JK idealnya dari kalangan profesional murni yang sudah berpengalaman di bidang migas dan energi. Pasalnya, tantangan ke depan sangat berat, apalagi dalam mengembalikan citra kementerian ESDM setelah kasus Joko Wacik yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
"Sebaiknya pemerintahan Jokowi-JK belajar banyak dari kegagalan SBY yang menempatkan orang-orang yang tidak profesional dan memahami persoalan migas sebagai menteri ESDM. Akibatnya, tata kelola industri migas nasional menjadi amburadul dan Indonesia menjadi negara yang terkooptasi menghadapi liberalisasi industri migas," demikian Rusmin.
[ysa]