Usul Pilkada Serentak Pertontonkan Nalar yang Asal-asalan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 26 September 2014, 00:40 WIB
Usul Pilkada Serentak Pertontonkan Nalar yang Asal-asalan
net
rmol news logo . Sidang paripurna DPR untuk mengambil keputusan soal RUU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memamerkan kebodohan dengan sangat arogan.

Demikian disampaikan aktivis sekaligus Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi. Penilain Adhie ini terkait usul pilkada serentak dari Fraksi Demokrat. Usul ini dinilai Adhie sebagai puncak dari penalaran yang asal-asalan.

"Tahukah mereka, anak buah SBY, bahwa dalam setiap konflik pilkada di satu kabupaten/kota diperlukan pasokan pasukan dari Polda masing-masing karena aparat di tingkat polres sangat tak memadai?" gugat Adhie, yang juga Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid, Jumat dinihari (26/9).

Adhie mengingatkan, bila pilkada serentak digelar, maka pilkada akan dilakukakn di lebih dari 500 kabupaten/kota. Persoalan akan muncul bila saja di antara itu ada 100 kabupaten/kota yang rusuh.

"Dari mana pasokan pasukan didatangkan? Mau pakai Armada Ke-7 AS?" gugat Adhie lagi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA