Jokowi Butuh Menteri yang Loyal dan Berkeringat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 25 September 2014, 23:19 WIB
Jokowi Butuh Menteri yang Loyal dan Berkeringat
tb hasanuddin/net
rmol news logo . Melihat fakta dan gelagat politik di lapangan, terutama era pilpres kemarin, dapat disimpulkan bahwa pemerintahan Jokowi-JK ke depan tidak akan seringan yang diperkirakan.

"Pelantikan presiden tinggal 22 hari lagi, pertanyaannya apakah pimpinan-pimpinan DPR dan Alat Kelengkapan Dewannya sudah terbentuk," kata politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 25/9).

"Kalau belum terbentuk apakah pelantikan presiden akan mundur? Setelah dilantik nanti apakah pemerintahan Jokowi-JK dapat mengaplikasikan program-programnya dalam tahun anggaran 2015 ? Mengingat APBN 2015 masih diketok sesuai program-program dan kebijaksanaan  pemerintahan lama atau SBY," tanya TB Hasanuddin lagi.

Karena itulah, lanjut TB Hasanuddin, dibutuhkan pembantu-pembantu presiden yang bukan cuma profesional tapi tak kalah pentingnya adalah loyal dan berkeringat. Para pembantu ini juga harus mau menjadi "bemper" pemerintahan yang akan datang .

"Pembantu presiden yang tak ikut berkeringat mendukung Jokowi-JK dipastikan tak akan mati-matian mendukung dan mempertahankan pemerintahan ini, apalagi kalau ada yang 'disusupkan'," demikian TB Hasanuddin, yang merupakan Wakil Ketua Komisi DPR bidang Luar Negeri, Pertahanan dan Intelijen. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA