"Pelantikan presiden tinggal 22 hari lagi, pertanyaannya apakah pimpinan-pimpinan DPR dan Alat Kelengkapan Dewannya sudah terbentuk," kata politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 25/9).
"Kalau belum terbentuk apakah pelantikan presiden akan mundur? Setelah dilantik nanti apakah pemerintahan Jokowi-JK dapat mengaplikasikan program-programnya dalam tahun anggaran 2015 ? Mengingat APBN 2015 masih diketok sesuai program-program dan kebijaksanaan pemerintahan lama atau SBY," tanya TB Hasanuddin lagi.
Karena itulah, lanjut TB Hasanuddin, dibutuhkan pembantu-pembantu presiden yang bukan cuma profesional tapi tak kalah pentingnya adalah loyal dan berkeringat. Para pembantu ini juga harus mau menjadi "bemper" pemerintahan yang akan datang .
"Pembantu presiden yang tak ikut berkeringat mendukung Jokowi-JK dipastikan tak akan mati-matian mendukung dan mempertahankan pemerintahan ini, apalagi kalau ada yang 'disusupkan'," demikian TB Hasanuddin, yang merupakan Wakil Ketua Komisi DPR bidang Luar Negeri, Pertahanan dan Intelijen.
[ysa]