Pasalnya, Kerry menuding Iran sebagai negara yang mensponsori teror dan mendukung rezim Suriah.
"Dalam keadaan, pada saat ini, tidak tepat atas sejumlah alasan. Tidak tepat mengingat banyak isu lain yang berada di meja Suriah dan di tempat lain," kata Kerry dalam konferensi pers yang digelar di Ankara Turki pada Jumat (12/9).
Kunjungan Kerry ke Turki itu sendiri dilakukan untuk memastikan dukungan dari Turki atas kampanye serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat untuk melawan ISIS di wilayah Irak.
Dalam kesempatan yang sama Kerry mengaku yakin dapat membangun koalisi internasional baik di negara-negara Eropa ataupun negara-negara Arab untuk mendukung kampanye Amerika Serikat melawan ISIS.
Sehari sebelumnya, Amerika Serikat telah mendapatkan dukungan dari 10 negara Arab, yakni Mesir, Irak, Yordania, Lebanon dan enam negara Teluk.
"Saya senang koalisi menjadi luas negan negara-negara Arab, negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan lainnya," kata Kerry tanpa menjelaskan lebih lanjut soal peran masing-masing negara pendukung dalam melawan ISIS.
"Pada waktu yang tepat, setiap peran akan ditata secara rinci," sambungnya dikutip
Reuters.
Diketahui, Amerika Serikat membangun koalisi sejak melancarkan kampanye serangan udara ke wilayah Irak pada bulan lalu. Sebelum ke negara-negara Arab, Amerika Serikat telah memastikan dukungan dari negara-negara Sekutunya di Eropa dan NATO.
[mel]
BERITA TERKAIT: