Di jejaring sosial Twitter, account @hendrawan1678 geram melihat pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa merusak taman-taman kota yang dibangun Pemprov DKI. Dia meminta Pemprov DKI menuntut ganti rugi kepada bos pendemo.
“Minta invoice ke capresnya, karena demo anak buahnya merusak. Kalau nggak suruh dia perbaiki sendiri,†kicaunya.
Account @HansenRasiel menyayangkan, demonstran merusak fasilitas publik yang dibangun dari uang pajak yang berasal dari rakyat.
“Hadeuh kerjanya cuma bisa rusak, kalau kerja membangun tidak bisa,†sesalnya.
Account @MissAskadarini meminta, Prabowo-Hatta dan pendukungnya bergotong royong membenahi taman kota yang rusak.
“Itu taman kota rusak gara-gara demo yang kurang cerdas. Ya udah, pimpinan dan para pendemo benerin deh tuh taman yang rusak,†kicaunya.
Account @myatharva berharap, Prabowo-Hatta bertanggung jawab mengganti semua kerusakan yang dilakukan para pendukungnya.
“Masak punya duit triliunan nggak mampu ganti kerusakan taman. Bisa bayar kampanye harus bisa bayar kerusakan,†pintanya.
Account @wisnuwidekso mengaku kecewa melihat taman kota yang indah rusak dan penuh sampah. “Demonya, hadeuh. Daripada merusak lebih baik nonton sidang di demo saja,†kicaunya.
Account @pipinvin berkelakar, jika bisa berbicara tanaman dan bunga-bunga di taman kota akan marah terinjak-injak pendukung Prabowo-Hatta.
“Kalau bisa bicara bunga-bunga yang sedang mekar pasti marah sama pendemo, hehe,†katanya.
Account @susilim meminta ketua umum parpol yang tergabung dalam koalisi merah putih, urunan mengganti kerusak taman kota. Bila perlu, kata dia, elite parpol gotong-royong membenahi taman kota.
“Pimpinan parpol yang nggak bisa kendalikan pendukungnya, minta pungutin sampah di Monas,†usulnya.
Account @oktvnsyh pesimistis, capres-cawapres dan elite parpol koalisi merah putih mau bertanggung jawab mengganti kerusakan di taman-taman kota. “Ah paling nggak mau ganti. Yang turun demo juga belum tentu diganti ongkosnya, hehe,†guraunya.
Tweeps @singgih1305 karyawan yang berkantor di kawasan Monas geregetan melihat taman-taman di sekitar kantor di kawasan Thamrin-Sudirman rusak. “Heduh rese, taman kantor gua dirusak juga,†geramnya.
Tweeps @nikitaAMwolf berkicau, pendemo pasti diomeli jika pemimpin DKI Jakarta seperti Walikota Surabaya Risma Triharini. “Kalau ada bu Risma, sudah di omel-omelin tuh pada, hehe,†ledeknya.
Di jejaring sosial Kaskus, account Ryan Saint berkelakar, pendemo anarkis dan merusak taman bukan karena memprotes kemenangan Jokowi-JK di pilpres.
Namun karena kecewa ongkos demonya belum dibayar. “Mereka protes sama yang nyuruh demo karena nggak kasih, mereka kelaparan jadi anarkis, haahaa,†guyonnya.
Kaskuser Rahmat meminta masyarakat tidak mempolitisi kerusakan taman kota. Kata dia, rusaknya taman kota justru membuka pintu rezeki bagi tukang taman.
“Tukang tanaman hias bisa dapat rejeki nomplok. Ini konspirasi masif, terstrukturisasi, dan sistematis antara tukang kebon sama massa demonstran, haha,†kelakarnya.
Di jejaring sosial Facebook, account Triesye Indrawati mengompor-ngompori, Pemprov DKI meminta ganti rugi dari Prabowo-Hatta. “Saya mendukung bila Pemda DKI Jakarta mengajukan gugatan hukum ke pihak yang mengerahkan massa,†desaknya.
Facebooker Cornela Moya pesimistis, tim Prabowo-Hatta bersedia mengganti seluruh kerusakan taman akibat ulah pendukungnya. “Mana mungkin mau ganti, orang dikasih nasi bungkus sama duit Rp 50 ribu. Hi hi. Kasihan deh loh nggak terima kalah,†katanya.
Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar menyayangkan aksi para pendemo pendukung Prabowo-Hatta yang tidak memperhatikan lingkungan sehingga taman dan jalur hijau rusak. “Benar, sedih sekali saya waktu melihatnya tadi,†kata Nandar, kemarin.
Nandar menuturkan, dirinya sempat melewati lokasi demo. Saat itu, dia baru kembali dari Balai Kota DKI usai mengikuti rapat paripurna bersama Jokowi di Gedung DPRD. Dia langsung berkeliling melihat kerusakan. Ternyata tidak hanya taman di jalan Medan Merdeka Barat dan Patung Kuda yang rusak. Taman di Jalan Medan Merdeka Selatan menuju ke kantor Jokowi juga rusak.
Nandar mangatakan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari pihak pendukung Prabowo-Hatta atas kerusakan tersebut. Hal ini sama seperti yang dilakukan Pemprov DKI saat taman di depan KPU di Jalan Imam Bonjol dirusak massa pendukung dua capres beberapa waktu lalu.
“Seperti kemarin di KPU, kita juga akan hubungi yang berkepentingan, siapa pimpinannya. Nanti kita persuasif menyadarkan, agar politik itu jangan rusak taman. Mohon kesadarannya agar perbaiki,†pesan Nandar. ***
BERITA TERKAIT: