Di tingkat internal, pertempuran antar-pendukung Jokowi semakin panas. Pertempuran di tingkat internal ini terkait dengan susunan kabinet dan kursi menteri. Kini, dikabarkan, meski di publik selalu menjawab secara diplomatis, namun elit-elit partai di dalam sudah mulai gerah, dan akhirnya melancarkan serangan. Setiap partai merasa punya jasa dan peran masing-masing.
Bukan hanya antar-partai. Pertarungan juga terjadi di dalam internal partai masing-masing. Apa lacur, kursi menteri begitu terbatas, sementara kader partai yang merasa bisa dan mampu begitu antri-berderet. Antar-kader di internal partai mulai saling sikut.
Persoalan lain yang semakin membuat panas suasana adalah mulai merangseknya kelompok-kelompok non-partai. Kini, disebutkan juga, memang ada semacam soliditas di antara politisi. Mereka solid untuk menolak sosok-sosok yang bahkan dinilai bagian dari jejaring Partai Sosialis Indonesia (PSI) atau Sosialis Kanan (Soska) atau bisa juga disebut, meminjam istilah David Ransom, adalah kelompok Mafia Barkeley.
Dikabarkan, kelompok terakhir ini semakin massif mengelilingi Jokowi, dan bahkan beberapa nama sudah mulai dimunculkan dengan beragam pencitraan. Tak heran, ada nama-nama lama yang kembali terpampang, dan ada juga beberapa nama yang tiba-tiba mencuat.
[ysa]