"Jumlah yang dikeluarkan kan 200 gelang tiap warna, tapi saat dihitung kembali ternyata jumlahnya berkurang, berarti ada banyak pengunjung yang mungkin batal naik ke puncak dan membawa gelangnya pulang," keluh UP Tugu Monas Rini Hariyani saat dihubungi, Sabtu (2/8).
Ia curiga justru masyarakat menjadikan gelang berwarna warni itu sebagai souvenir dari Monas.
"Mungkin mereka ngebet juga ya menjadikan itu sebagai suvenir," ujarnya.
Tak hanya hilang, gelang yang kembali justru ada yang rusak lantaran ditarik terlalu kencang sampai putus. Ia mengaku belum mendapat laporan berapa jumlah gelang yang putus dan hilang akibat dibawa pulang oleh warga.
Kata Rini, jumlah wisatawan yang naik ke Tugu Monas saat Lebaran sebanyak 1.572 orang. Ia menjelaskan bila jumlah pengunjung Monas cenderung menurun bila dibandingkan tahun 2013 lalu. Dimana pada H+4 Lebaran tahun lalu terdapat 15.160 pengunjung yang naik ke Monas. Sementara tahun ini hanya ada 7.349 orang saja.
Sebagaimana diketahui, terhitung sejak hari ini, Jumat (1/8) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengharuskan pengunjung yang naik ke kawasan puncak tugu Monas menggunakan gelang khusus beraneka warna.
"Kita akan terapkan mulai hari ini," ujar Kepala Unit Pengelola Tugu Monas Rini Hariyani saat dihubungi, Jumat (1/8).
Kata Rini, pengunjung yang membeli tiket masuk kawasan Tugu Monas akan mendapatkan satu gelang. Gelang itu akan memuat keterangan jam berkunjung kawasan itu. Sehingga wisatawan tidak perlu antri panjang saat naik ke puncak.
Artinya, pengunjung tahu jam berapa ia harus naik dan turun.
"Jadi gelang itu sesuai dengan jam, warnanya beda-beda dan ada tertera jam kunjungan sehingga pengunjung tahu jam berapa dia naik dan tidak perlu antri berjam-jam," katanya.
[dem]
BERITA TERKAIT: