Anggapan ini pun dinilai kuat sebab berdasar pada fakta empirik kondisi politik Golkar saat ini. Ada beberapa alasan mengapa posisi Aburizal Bakrie Cs cukup kuat.
Pertama, hingga saat ini, belum ada DPD I Golkar yang secara resmi minta untuk mempercepat Munas Golkar dari 2015 menjadi 2014. Selama memimpin Golkar Aburizal Bakrie dinilai begitu perhatian pada kader di bawah.
Kedua, kelompok JK adalah politisi-politisi yang berada di luar struktur. Karena itu, selain tak punya suara dalam momentum penting Golkar, juga politisi-politisi ini tidak mengakar ke basis.
Ketiga, sosok Aburizal Bakrie sendiri bukanlah politisi biasa. Aburizal Bakrie adalah sosok petarung yang tidak mengenal kata menyerah. Tak heran dalam setiap peristiwa yang disebut-sebut akan mengguncang dia, ternyata berakhir biasa-biasa saja. Ini karena Aburizal selalu berhasil memenangkan pertempuran dengan soft.
Keempat adalah sosok Akbar Tanjung. Akbar Tanjung mungkin bisa disebut sebagai tokoh utama Golkar pasca Reformasi. Akbar Tanjung, yang punya pengaruh di akar rumput, terutama yang memiliki ikatan sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), saat ini berada dalam posisi bersama Aburizal Bakrie.
Paling tidak, keempat faktor inilah yang dinilai membuat kelompok JK tak mudah untuk melawan koalisi ARB-AT.
Tentu saja, sebagaimana biasanya, dinamika di tubuh partai beringin ini kadang-kadang susah ditebak. Hal ini ini terjadi karena seringkali manuver politisi Golkar sering mengejutkan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: