Pemudik Tunda Pulang Kampung Gara-gara Tiket Bis Naik 15 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 18 Juli 2014, 10:01 WIB
Pemudik Tunda Pulang Kampung Gara-gara Tiket Bis Naik 15 Persen
ilustrasi/net
rmol news logo . Menjelang lebaran, harga tiket bus di Depok naik 15 persen, atau sekitar Rp 98 ribu. Akibat kenaikan ini beberapa calon pemudik menunda keberangkatan ke kampung halaman.  

Misalnya saja Sutopo Rahmanto (45). Karena di Depok mahal, ia pun membeli tiket bus di wilayah Jakarta. Sebab, di terminal luar Depok harga tiket khusus Pulau Jawa dan Sumatera belum meningkat

"Baru hari ini harga tiket busnya naik. Saya juga belum pesan masih tanya-tanya aja. Mendingan beli tiket mudik di luar Depok saja, soalnya lebih murah," kata Sutopo sebagaimana dilansir JPNN.

Sutopo mengungkapkan, ada beberapa tiket yang naik drastis. Di antaranya, tujuan ke Yogyakarta dan Purworejo mencapai Rp 455 ribu dari harga Rp 400 ribu. Serta tujuan Pulau Sumatera mencapai Rp 750 ribu dari harga normal Rp 695 ribu.

Kenaikan harga itu pun hanya pada bus khusus AC dan AC Eksekutif. Sementara untuk tiket bus ekonomi sudah habis terjual.

Akibat kenaikan ini, Warno Sumoko (55), pemudik lain, mengaku telah membatalkan keberangkatan mudiknya ke Jawa Timur. Itu dikarenakan harga tiket yang dipesan untuk lima anggota keluarganya mendadak naik. Dirinya pun memilih mencari tiket mudik ke terminal bus di Kabupaten Bogor. Di wilayah itu, kata dia, persedian tiket ke Jawa Tengah dan Timur khususnya ekonomi masih tersedia cukup banyak.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Gandara Budiana menuturkan, pihaknya belum mengetahui jika ada kenaikan harga tiket mudik pada setiap PO yang ada. Namun demikian, dirinya berjanji akan melakukan sidak sekaligus melakukan pengujian kelengkapan jalan kendaraan.

Bahkan, pihaknya akan memberikan tindakan kepada PO yang kedapatan menaikan harga lebih dari ketetapan pemerintah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA