Dan, penampilan gemiÂlangÂnya pun membuat kiper berÂusia 27 tahun itu dinobatkan seÂbagai “Man of the Matchâ€. Ini merupakan ketiga kalinya NaÂvas mendapat titel serupa. SeÂbelumnya, dia menjadi peÂmaÂin terbaik pada laga kontra Inggris dan Yunani.
Berkomentar tentang hal itu, Navas merendah. “Saya hanya meyakinkan bahwa tak ada boÂla yang masuk. Tiang gaÂwang juga membantu kami. Dan untungnya, tak ada gol yang mampu Belanda ciptakan (di waktu normal dan tambahan).â€
Sayangnya, perjuangan NaÂvas dalam membuat gaÂwang Kosta Rika tetap perawan selaÂma 120 menit berakhir antiÂkliÂmaks. Pada adu penalti, empat tendangan pemain Belanda tak mampu ditahannya. SedangÂkan dua algojo Kosta Rika gagal.
“Kami tak boleh menyalahÂkan siapapun, karena berada di sana (adu penalti) tidaklah muÂdah. Lawan kami melakukan pekerjaannya dengan baik, seÂdangkan kami tidak,†ucap peÂmain yang kini memperkuat klub La Liga, Levante tersebut.
Ia pun meminta rekan-reÂkannya untuk bangkit dan berÂprestasi lagi di ajang lain. BaÂginya, Kosta Rika bukan neÂgara yang bisa dianggap remeh dalam hal sepakbola.
“Piala dunia ini sungguh pengalaman yang luar biasa. KaÂmi akan pulang dengan keÂpala tegak. Seluruh pemain meÂlakukan tugas mereka deÂngan baik,†ujar Navas.
Pelatih Amerika Juergen Klinsmann langsung memuji penampilan Kosta Rika di BraÂsil. Dia beranggapan Joel CamÂpbell dkk sudah bermain makÂsimal dan membanggakan neÂgeÂrinya.
“Pujian besar untuk tim “Los Ticos†untuk setiap penampiÂlanÂnya di Piala Dunia 2014,†tuÂlis Klinsmann. Juergen KlinsÂmann memuji penampiÂlan tim Kosta Rika di Piala DuÂnia 2014 Brasil. Pria yang menÂjabat sebagai pelatih tim AmeÂrika Serikat tersebut berÂangÂgapan bahwa tim Kosta Rika sudah bermain bagus selama di Piala Dunia 2014 kali ini. Hal itu diucapkannya lewat akun twitter Juergen Klinsmann paÂda Minggu (6/7/2014).
Sebelum piala dunia digelar, peluang Kosta Rika memeÂnangÂÂkan trofi adalah 4.000 dibÂanding 1. Tetapi hingga peremÂpat final, peluang mereka 33 diÂbanding 1, menurut situs
OddÂschecker.com.Sebagai negara yang rel atif tiÂdak memiliki tradisi sepak boÂla, wajar saja jika negara penÂduduk sekitar 4, 8 juta orang ini sejak awal dipandang sebelah mata.
Lihat saja merk jersey yang mereka kenakan, yaitu Lotto, yang jelas-jelas kalah bersaing dengan perusahaan pakaian olah raga macam Nike, Adidas, atau Puma dalam menguasai pasar.
Dari 32 tim yang berlaga di PialÂa Dunia 2014 ini, Kosta RiÂka adalah salah satu dari lima neÂgara yang tidak disponsori Nike, Adidas atau Puma.
Jersey dengan merk tiga peÂrusahaan olah raga inilah yang selama ini lebih banyak diburu pembeli. Namun saat ini, Lotto seperti menerima berkah atas prestasi Kosta Rika.
“Kami saat ini mengalami keÂsulitan untuk memenuhi perÂmintaan jersey Kosta Rika. SeÂmua orang sepertinya ingin meÂmiliki jersey itu sebagai keÂnang-kenangan atas prestasiÂnya yang bersejarah,†kata AnÂdrea Tomat, pimpinan perusaÂhaan pakaian olah raga, Lotto. ***
BERITA TERKAIT: