Keylor Navas Pahlawan Sesungguhnya

Hattrick Man of The Match

Senin, 07 Juli 2014, 09:06 WIB
Keylor Navas Pahlawan Sesungguhnya
Keylor Navas
Kecil Besar
rmol news logo Kiper Belanda, Tim Krul menjadi sorotan usai men­jadi pahlawan kemenangan tim­nya atas Kosta Rika. Na­mun, predikat “Man of the Match” justru jatuh ke ta­ngan Keylor Navas, yang tam­pil habis-habisan men­jaga gawangnya dari kebobo­lan. Pada pertandingan perem­pat­final itu, Navas memang men­jadi tembok kokoh di ba­wah mis­tar gawang Kosta Rika. Me­nurut catatan FIFA, dari 15 tem­bakan yang mengarah ke ga­wang, Navas melakukan pe­­nye­lamatan sebanyak tujuh kali.

Dan, penampilan gemi­lang­nya pun membuat kiper ber­usia 27 tahun itu dinobatkan se­bagai “Man of the Match”. Ini merupakan ketiga kalinya Na­vas mendapat titel serupa. Se­belumnya, dia menjadi pe­ma­in terbaik pada laga kontra Inggris dan Yunani.

Berkomentar tentang hal itu, Navas merendah. “Saya hanya meyakinkan bahwa tak ada bo­la yang masuk. Tiang ga­wang juga membantu kami. Dan untungnya, tak ada gol yang mampu Belanda ciptakan (di waktu normal dan tambahan).”

Sayangnya, perjuangan Na­vas dalam membuat ga­wang Kosta Rika tetap perawan sela­ma 120 menit berakhir anti­kli­maks. Pada adu penalti, empat tendangan pemain Belanda tak mampu ditahannya. Sedang­kan dua algojo Kosta Rika gagal.

“Kami tak boleh menyalah­kan siapapun, karena berada di sana (adu penalti) tidaklah mu­dah. Lawan kami melakukan pekerjaannya dengan baik, se­dangkan kami tidak,” ucap pe­main yang kini memperkuat klub La Liga, Levante tersebut.

Ia pun meminta rekan-re­kannya untuk bangkit dan ber­prestasi lagi di ajang lain. Ba­ginya, Kosta Rika bukan ne­gara yang bisa dianggap remeh dalam hal sepakbola.

“Piala dunia ini sungguh pengalaman yang luar biasa. Ka­mi akan pulang dengan ke­pala tegak. Seluruh pemain me­lakukan tugas mereka de­ngan baik,” ujar Navas.

Pelatih Amerika Juergen Klinsmann langsung memuji penampilan Kosta Rika di Bra­sil. Dia beranggapan Joel Cam­pbell dkk sudah bermain mak­simal dan membanggakan ne­ge­rinya.

“Pujian besar untuk tim “Los Ticos” untuk setiap penampi­lan­nya di Piala Dunia 2014,” tu­lis Klinsmann. Juergen Klins­mann memuji penampi­lan tim Kosta Rika di Piala Du­nia 2014 Brasil. Pria yang men­jabat sebagai pelatih tim Ame­rika Serikat tersebut ber­ang­gapan bahwa tim Kosta Rika sudah bermain bagus selama di Piala Dunia 2014 kali ini. Hal itu diucapkannya lewat akun twitter Juergen Klinsmann pa­da Minggu (6/7/2014).

Sebelum piala dunia digelar, peluang Kosta Rika meme­nang­­kan trofi adalah 4.000 dib­anding 1. Tetapi hingga perem­pat final, peluang mereka 33 di­banding 1, menurut situs Odd­schecker.com.

Sebagai negara yang rel atif ti­dak memiliki tradisi sepak bo­la, wajar saja jika negara pen­duduk sekitar 4, 8 juta orang ini sejak awal dipandang sebelah mata.

Lihat saja merk jersey yang mereka kenakan, yaitu Lotto, yang jelas-jelas kalah bersaing dengan perusahaan pakaian olah raga macam Nike, Adidas, atau Puma dalam menguasai pasar.

Dari 32 tim yang berlaga di Pial­a Dunia 2014 ini, Kosta Ri­ka adalah salah satu dari lima ne­gara yang tidak disponsori Nike, Adidas atau Puma.

Jersey dengan merk tiga pe­rusahaan olah raga inilah yang selama ini lebih banyak diburu pembeli. Namun saat ini, Lotto seperti menerima berkah atas prestasi Kosta Rika.

“Kami saat ini mengalami ke­sulitan untuk memenuhi per­mintaan jersey Kosta Rika. Se­mua orang sepertinya ingin me­miliki jersey itu sebagai ke­nang-kenangan atas prestasi­nya yang bersejarah,” kata An­drea Tomat, pimpinan perusa­haan pakaian olah raga, Lotto. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA