Ayam Mandul, Benzema Puji Domi

Mampu Tahan Prancis, Ekuador Gagal Lolos

Jumat, 27 Juni 2014, 08:49 WIB
Ayam Mandul, Benzema Puji Domi
tim prancis piala dunia 2014
Kecil Besar
rmol news logo Meski Prancis sudah memastikan satu tiket ke babak 16 besar, tim asuhan Didier Deschamps ini diangap gagal memberikan yang terbaik. Di laga terakhir babak penyisihan, Les Bleus, julukan Prancis, hanya bermain imbang tanpa gol lawan Ekuador di Stadion Maracana, dini hari kemarin.

Padahal, di laga tersebut Ekuador hanya bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-49, karena Antonio Valencia diganjar kartu merah. Pemain Manchester United ini dianggap sengaja menginjak bek muda Prancis, Lucas Digne sehingga harus keluar lapangan.

Prancis yang bertabur bintang sedikit frustrasi dengan hasil yang diperolehnya tersebut. Padahal, di dua laga sebelumnya si Ayam Jantan kerap berpesta gol, 5-2 kontra Swiss dan 3-0 kontra Honduras.

Terlepas dari hasil imbang kontra Ekuador, Karim Benzema tetap bangga dengan penampilan rekan setimnya. Terutama usai memastikan diri melangkah ke babak selanjutnya. “Kami sangat bahagia karena menang (melangkah ke babak selanjutnya). Tetapi ada satu pertandingan di mana segalanya berjalan begitu rumit,” ungkap Benzema.

“Beruntungnya, kami tidak kehilangan (laga tersebut) dan berhasil lolos. Kami bangga dengan penampilan kami di babak kualifikasi. Kami menemukan kiper hebat (Dominguez), yang membuat sejumlah penyelamatan,” sambungnya.

“Saya berharap di pertandingan berikutnya, tendangan-tendangan yang hadir berbuah gol. Namun, pertandingan ini membuktikan bahwa tidak ada lawan yang mudah di turnamen Piala Dunia,” tutup bintang Real Madrid itu.

Pelatih Les Bleus, Didier Deschamps, tak merasa anak asuhnya bermain buruk dalam laga itu. Bekas pelatih Olympique Marseille tersebut menilai kegagalan timnya mencetak gol akibat penampilan luar biasa dari kiper Ekuador, Alexander Dominguez.

“Kadang sangat sulit untuk menang tapi kami punya beberapa peluang. Kiper (Ekuador) menyelamatkan beberapa kesempatan kami,” ujar Deschamps.

Deschamps sendiri tak khawatir dengan kegagalan timnya meraih kemenangan dalam laga ini. Dia justru puas karena Les Bleus berhasil menduduki posisi pemuncak klasemen.

“Kami finis di posisi pertama di grup kami. Kami lolos ke babak knockout dan semuanya bagus. Sangat penting bahwa para pemain punya ritme. Sekarang kami punya lima hari untuk mempersiapkan diri melawan Nigeria. Pilihan ini tak secara kebetulan (dan) kami akan menganalisa semuanya,”  tutur Deschamps.

Deshamps kemudian mengatakan bahwa timnya akan menikmati keberhasilan lolos ke babak 16 Besar. Setelah itu, Ayam Jantan baru akan bersiap untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Hasil imbang tersebut, membuat Prancis akan berhadapan dengan runner-up Grup F, Nigeria, sedangkan Swiss bertemu salah satu unggulan turnamen, Argentina, di babak 16 besar.

Di atas kertas kans Prancis untuk menembus perempatfinal tentu lebih besar ketimbang jika harus menghadapi tim Tango.

Namun, pelatih Prancis Didier Deschamps tetap tak mau memandang enteng lawan dan amat mewaspadai potensi ancaman dari sang juara Afrika. “Itu sudah pasti akan menjadi sebuah pertandingan yang sulit,” komentarnya.

Sejak jadi juara tahun 1998 silam, Prancis menuai hasil kurang stabil di gelaran Piala Dunia. Mereka sudah tersingkir di fase grup 2002 dan 2010, meskipun mampu jadi runner-up di 2006.

Sementara, kiper Ekuador Alexander Dominguez mengatakan ‘La Tricolor’, julukan Ekuador—masih dapat dibanggakan sekalipun gagal merebut tiket ke 16 besar Piala Dunia sehingga harus angkat koper lebih awal. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA