Serangan Negatif Menempa Jokowi Jadi Pemimpin yang Semakin Tangguh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 19 Juni 2014, 15:25 WIB
Serangan Negatif Menempa Jokowi Jadi Pemimpin yang Semakin Tangguh
jokowi/net
rmol news logo . Di tengah berbagai serangan negatif, Jokowi-JK terus membuat gerakan terobosan. Di antara terobosan itu misalnya memaknai angka dua sebagai simbol keseimbangan dan harmoni.

Terobosan yang sama juga dilakukan kubu Jokowi-JK. Mereka misalnya membuat gerakan sejuta relawan, pergerakan grass roots, rekening gotong royong, salam dua jari dan calling centre yang memungkinkan Jokowi-JK mengucapkan terima kasih secara langsung kepada rakyat yang telah  bergotong royong untuk Jokowi-JK.

"Ini adalah bukti bagaimana Jokowi-JK selalu menjadi trend setter. Jokowi-JK menganggap serangan itu hanyalah perang psikologis untuk memecah konsentrasi pemenangan. Namun kami tidak terpengaruh. Serangan justru menempa Jokowi menjadi pemimpin yang tangguh, dan berkarakter," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Kamis, 19/6).

Dalam kesempatan ini, Hasto pun mengkritisi persepsi tegas yang dibangun untuk Prabowo. Ketegasan yang dipersepsikan kuat, justru menjadi tidak berdaya ketika harus tunduk dalam politik bagi-bagi jabatan menteri hingga menteri utama.

"Janji-janji jabatan strategis adalah bentuk ketaklukkan pada kekuatan di luar dirinya. Berbeda dengan Jokowi yang menegaskan hanya tunduk pada konstitusi dan kehendak rakyat Indonesia," demikian Hasto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA