"Adios Spana" (selamat tinggal Spanyol), itulah tulisan yang dipamerkan seorang suporter yang tersorot kamera di stadion Maracana, Rio de Janeiro, usai pertandingan Spanyol VS Cile.
Juara bertahan harus memastikan pulang lebih dulu. Hasil kekalahan La Furia Roja mungkin merupakan akhir dari era dominasi sepakbola dunia yang selama enam tahun terakhir dikuasai Spanyol dengan strategi tiki-taka.
Gol pertama Cile tercipta pada menit ke 20, serangan balik cepat yang dimotori oleh Vidal dan Alexis Sanchez, dengan mudahnya mampu melewati para pemain belakang Spanyol dan memberi umpan kepada gelandang Cile, Charles Aranguiz. Sementara, penyerang Cile, Eduardo Vargas, berada dalam posisi bebas tanpa kawalan. Dengan tenang, Eduardo Vargas, striker Napoli itu, mampu menjebloskan bola ke gawang Casillas yang sebelumnya sempat tertipu.
Gol kedua Cile tercipta pada menit ke 43. Memanfaatkan bola muntah hasil eksekusi tendangan bebas Alexis Sanchez yang jatuh tepat di kakinya, Charles Aranguiz, pemain bernomor punggung 20 itu tanpa ampun menyepak bola. Casillas harus memungut bola dari gawangnya untuk yang kedua kalinya.
Secara keseluruhan Spanyol memang lebih menguasai bola selama 2x24 menit. Namun, penguasaan bola anak-anak asuh Del Bosque tak mampu merobek barisan pertahanan Cile. Selain itu, kiper Cile, Claudio Bravo masih terlalu tangguh untuk serangan Iniesta Cs.
FIFA menobatkan Eduardo Vargas sebagai man of the match dalam pertandingan kali ini dengan torehan 29 passing, 1 gol dan 2 kali tendangan nyaris gol.
Statistik pertandingan 2x45 menit Spanyol VS Cile
Penguasaan bola: 56% - 44%
Pelanggaran: 14 - 15
Upaya on-target: 9 - 4
Tendangan: 15 - 7
Tendangan on-target: 9 - 4
Pinalti: 0 - 0
Serangan berbahaya: 46 - 22
Tendangan sudut: 7 - 1
Offside: 1 - 2
Tackling: 10 - 8
Kartu kuning: 1 - 2
Kartu merah: 0 - 0
[ald]
BERITA TERKAIT: