Ketua Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kemendikbud, Ahmad Yusuf pun menceritakan jasa Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam memperjuangkan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
"Bidang ini (PKLK) dibentuk sewaktu kepemimpinan Presiden Gusdur. Berkat jasa Gusdur lah, anak-anak penyandang disabilitas lebih diperhatikan pemerintah sehingga banyak penyandang ABK dapat hidup mandiri dan berkualitas," tuturnya saat diwawancarai
Rakyat Merdeka Online usai pembukaan acara Olimpiade Olahraga ABK tingkat Nasional di SLB 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (17/6).
ABK di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat rata-rata dua persen. Data di Kemendikbud, ada sekitar 87 ribu anak Indonesia yang menyandang disabilitas.
"Kita tak boleh mengucilkan ABK, banyak anak berkebutuhan khusus di Indonesia yang telah berprestasi. Sebut saja Gisca Putri Agustina Sahetapy, anak pertama artis Dewi Yul," beber Yusuf.
Meskipun Gisca tuna rungu, menurut Yusuf, kemampuannya di bidang komunikasi tak kalah dengan orang normal lainnya. Ditanya mengenai program pemerintah untuk membantu anak ABK beradaptasi dengan lingkungan sekitar, Yusuf menjelaskan bahwa sekolah inklusif adalah jawaban agar anak ABK dapat beradaptasi dengan masyarakat pada umumnya.
"Ya, kita perlu berterima kasih kepada Gusdur. Berkatnya, hakikat 'education for all' dapat kita rasakan di Indonesia. Dengan keberadaan 548 SD, 52SMP serta 40 SMA inklusif di Indonesia, semua anak dari berbagai latar belakang dapat bersekolah bersama tanpa memandang 'normal' atau 'tidak'," terangnya.
Pihaknya menyadari jumlah sekolah inkluf di Indonesia masih terbilang sedikit. Namun, pemerintah akan terus menambahnya.
"Semoga Presiden yang akan datang memberi perhatian lebih kepada ABK dengan makin ditambahnya sekolah inklusif agar seluruh anak Indonesia dapat belajar bersama tanpa memandang kondisi fisik dan mental serta saling menghargai," pintanya
.[wid]
BERITA TERKAIT: