Gaya permainan Catenacio yang merupakan ciri khas Italia mampu mempecundangi kick and rush yang merupakan pola permainan tim Inggris.
Adalah Mario Balotelli, si bocah bengal yang menjadi bintangnya. Dengan akurasi dan kekuatan sundulan, pria 23 tahun ini berhasil menundukkan kiper Joe Hart, rekannya ketika di Manchester City. Alhasil, Super Mario dinobatkan sebagai Man Of The Match versi FIFA lantaran golnya menjadi penentu kemenangan Gli Azzurri.
Usai Italia unggul, Inggris kerap mengancam pertahanan anak asuh Cesar Prandelli. Namun, mental juara para punggawa Italia berhasil mengontrol laga dengan tenang sehingga The Three Lions sulit menembus para bek Italia yang dijaga Chielini Cs. Alhasil, anak asuh Roy Hudgson seperti frustasi dan kerap mencoba spekulasi tendangan jauh di luar kotak penalti yang tidak efektif.
Inggris sebenarnya memiliki peluang dua kali tendangan bebas dengan posisi strategis. Sayangnya, eksekusi tendangan bebas yang pertama dari Baines dapat dihalau dengan mudah oleh kiper Sirigu. Sedangkan, tendangan bebas kedua Inggris dieksekusi oleh Gerard, namun bola masih jauh di atas mistar gawang.
Italia pun memiliki satu peluang tendangan bebas yang strategis. Adalah Pirlo yang menjadi eksekutor. Sayang tendangannya ditepis oleh mistar gawang.
Dengan hasil ini, Italia berada di peringkat dua Grup D di bawah Kosta Rika yang menang jumlah selisih gol dari pasukan Gli Azzurri. Sementara Inggris dan Uruguay tertinggal di dasar klasemen grup neraka ini.
[why]
Berikut statistik pertandingan kedua tim;
Inggris Vs Italia
1 Total gol 2
47% Penguasaan bola 53%
8 Pelanggaran 12
8 Upaya on target 5
18 Tendangan on target 12
BERITA TERKAIT: