Itulah kesan Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa. Kesan ini semakin kuat ketika melihat sikap Prabowo dalam kampanye di Medan, Sumatera Utara, Rabu kemarin (11/6).
Saat berkampanye, ribuan pendukungnya berteriak dengan nada sinis ketika Prabowo menyebut nama Jokowi-JK. Namun sebaliknya, bukan senang, Prabowo justeru menghentikan sejenak pidatonya, dan meminta pendukungnya untuk tak lagi bersorak sinis. Prabowo meminta pendukungnya untuk juga menghormati Jokowi-JK.
"Sungguh benar kata almarhum KH. Abdurahman Wahid. Gus Dur mengatakan hanya Prabowo yang akan memimpin dengan ikhlas kepada rakyat Indonesia. Kata Gus Dur, dalam satu kesempatan, kalau orang yang paling ikhlas kepada rakyat ya Prabowo, dia ikhlas betul pada rakyat," kata Lalu Mara kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 12/6).
Sikap ksatria dan jiwa besar yang sama, lanjut Lalu Mara, juga ditunjukkan Prabowo dalam debat perdana capres-cawapres sebelumnya. Bahkan, Prabowo juga tak pernah mengungkit jasanya kepada orang lain. Padahal, misalnya, PDI Perjuangan tidak akan bisa mengusung Jokowi bila tidak mendapat dukungan Gerindra dalam Pilkada DKI Jakarta.
"Dia tak pernah minta diingat apalagi minta pamrih kepada orang yang dibesarkannya. Malah membelanya di hadapan pendukungnya yang mengejek Jokowi," demikian Lalu Mara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: