"Gol bunuh diri sungguh sangat menyakitkan," kata Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 11/6)
Menurut Lalu Mara, pertanyaan JK itu, yang dimaksud untuk menyerang, ternyata dijawab oleh Prabowo dengan cukup mengesankan. Intonasi Prabowo dalam menjawab serangan itu begitu patriotik, cermin kstaria tanpa kebencian.
Lebih-lebih, lanjut Lalu Mara, Prabowo menutup jawaban dengan pesan kunci bahwa tidak ada tentara yang bergerak tanpa perintah. Prabowo pun menyarankan JK untuk bertanya langsung kepada atasannya.
"Inilah yang saya sebut bunuh diri, karena Pak JK terdiam. Pertanyaan menggelitik lainnya, siapakah atasan Prabowo Subianto kala itu, dan di kubu mana dia sekarang?" ungkap Lalu Mara.
Menjadi penting lagi, ungkap Lalu Mara, isu HAM ini tidak diangkat saat debat capres tahun 2009, yang saat itu ada tiga pasangan; SBY-Boediono, Mega-Prabowo dan JK-Wiranto bertanding pada Pilpres. Dan itulah hebatnya SBY saat itu.
Lalu Mara menambahkan, dalam debat itu juga terlihat jelas, Prabowo-Hatta jauh dari kebencian kepada lawan. Meski diserang, keduanya tak melakukan serangan balik.
[ysa]
BERITA TERKAIT: