Dalam debat perdana capres-cawapres itu, Prabowo pun menentukan sasaran dengan managemen obyektif serta dipilih yang terpenting seperti pangan, energi, infrastruktur dan keamanan.
Demikian analisa Nandang Solihin, yang merupakan mantan pengurus Ikatan Alumni ITB 2007-2012, terkait dengan segmen kelima dalam debat perdana capres-cawapres pada Senin malam lalu. Nandang pun menilai langkah Prabowo yang mau berdialog dengan publik cukup bagus.
"Hatta mendalami soal hambatan buruknya birokrasi. Langkah reformasi birokrasi, tidak gemuk dan akuntabel. Lalu ada penguatan SDM aparatur negara," kata Nandang beberapa saat lalu (Rabu, 11/6).
Di sisi Jokowi, lanjut Nandang, Jokowi menjawab dengan politik anggaran yang bisa berfungsi sebagai
reward dan
punishment. Kebijakan satu pintu lewat setneg pun mnejdai solusi yang ditawarkan. Jokowi juga bertekad membangun sistem lewat e-sistem.
Sementara JK, ungkap Nandang, menambakan bahwa tugas pemimpin adalah meyakinkan daerah. Di saat yang sama harus ada desentralisasi ke daerah.
"Segmen lima ini kedua pasangan sudah ok dan sudah lepas terutama Jokowi yang semakin lancar. Kayaknya nilai seri di segmen lima ini," demikian Nandang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: