Presiden Sepak Bola KameÂrun, Joseph Owena mengakui, bahÂwa timnya seharusnya sudah menuju ke Brasil sejak hari MingÂgu (8/6). Namun, mereka menolak berangkat dengan peÂsawat khusus yang sudah diÂsiapkan Presiden dan bertahan di hotel mereka di Yaounde.
Aksi mogok ini dipicu adaÂnya keberatan tim yang dikeÂnal dengan sebutan
Les Lions Indomptables ini dengan taÂwaran bonus yang akan diberiÂkan
FeCa Foot. Setelah melaÂkukan diskusi yang panjang dan bernegosiasi, akhirnya maÂsalah ini bisa diatasi.
“Semuanya sudah diselesaiÂkan. Kami memilih untuk meÂlakukan transparansi. Jadi suÂdah tak ada lagi masalah, dan saya kira tim ini harus menarÂgetkan pada satu tujuan,†kataÂnya dilansir dari
Football-ItaÂlia, Senin (9/6).
Juru bicara FECAFOOT, LauÂrence Fotso menambahÂkan, pemerintah dan FECAÂFOOT akhirnya menyepakati tambahan jumlah bonus yang nantinya akan diberikan pada tim Kamerun usai pertandiÂngan Piala Dunia berakhir.
Dikatakannya, para pemain akan mendapatkan bonus seÂbesar 55,8 juta franc CFA atau setara dengan Rp 1,4 miliar. Angka ini lebih banyak dari yang dijanjikan sebelumnya untuk masing-masing pemain yakni 50 juta franc CFA atau Rp 1,2 miliar. Meski untuk memberikan bonus tersebut, FECAFOOT meminjam uang sebagai pinjaman privat untuk memuaskan pemain.
“Semuanya telah selesai. KiÂta akan berangkat pada maÂlam ini. Uang itu baru diberiÂkan (FIFA) tiga bulan setelah Piala Dunia itu berakhir. ArtiÂnya, FECAFOOT harus meÂminjam dulu sebelum dana itu cair,†terangnya.
Kejadian perselisihan finanÂsial ini nampaknya bukan hal baru yang dialami para pemain Kamerun. Sebelumnya, skuad dibawah asuhan pelatih Volker Finke ini telah beberapa kali meÂnolak bermain di Piala DuÂnia. Seperti di tahun 1994 dan 2002, dimana akhirnya mereka gagal lolos dari fase grup.
Masalah ini tentunya memÂpengaruhi persiapan Kamerun dalam menghadapi pertandiÂngan. Terakhir kali Kamerun mampu lolos dari fase grup adaÂlah tahun 1990 di Italia. “KeÂsepakatan seperti ini (keÂnaikan bonus) merupakan saÂlah satu yang bisa berjalan alot di Afrika. Kini semua kubu mencapai kesepakatan. Fans pasÂti senang, sekarang kami berÂpartisipasi di Piala Dunia,†kata Finke pada Sport1.
Dalam laporan AFP Mei lalu, dijelaskan bahwa pemeÂrintah Kamerun menawarkan bonus kepada para pemain boÂnus dari Ä 68,000 Euro, tetapi para pemain menuntut hampir tiga kali lipat dari jumlah terÂsebut. Sementara di tahun 2010, pemenang Piala Dunia SpaÂÂnyol menerima $ 35 juta haÂdiah uang, dan semua 32 neÂgara menerima dana setidakÂnya $ 8 juta.
Jelang berlaga di Piala DuÂnia, Kamerun sudah menjalani beberapa laga uji coba melaÂwan Jerman dengan skor imÂbang 2-2 dan melawan MolÂdova di Stade Omnisport AhÂmadou Ahidjo diakhiri dengan skor 1-0.
Skuad Kamerun, yang bakal dikomandani oleh pemain BarÂcelona, Alex Song dan mantan striker Chelsea, Samuel Eto’o, bakal berlaga melawan MekÂsiko di pembuka Grup A, akhir pekan ini, Jumat (13/6). ***
BERITA TERKAIT: