Pun demikian, Kapolri juga harus memberi penjelasan konkrit, apa sesungguhnya yang terjadi.
"Klarifikasi ini penting dilakukan dalam rangka menjaga netralitas Polri dan agar Polri tidak berbenturan dengan masyarakat pendukung capres tertentu maupun dengan jajaran Polri," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, beberapa saat lalu (Senin, 9/6).
Neta mengingatkan, persekongkolan elit Polri dengan parpol bukanlah yang pertama. Di Pemilu 2004, persekongkolan serupa pernah terjadi. Bahkan kaos bergambar parpol banyak ditemukan di sejumlah polsek dan polres.
"Sikap tidak netral ini tentu sangat disayangkan," demikian Neta.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: