Erikson meminta manajemen Guangzho untuk segera merespon kepergian Lampard dari Stanford Bridge dengan melakukan negosiasi. Namun, yang menjadi kendala adalah gaji. klub Liga China itu tak punya dana cukup untuk menggaji pemain berusia 35 tahun itu. Upah Lampard sewaktu berkostum Chelsea sekitar Rp 3 miliar per pekan. Dan klub Guangzho tidak menyanggupi duit sebanyak itu.
"Saya telah menyarankan ke klub agar melakukan negosiasi dengan Frank Lampard," tegas Eriksson.
"Dia (Lampard) akan menjadi besar di Cina, ia adalah seorang pemain sepak bola yang cerdas, sehingga saya sangat bangga jika dia tak ke China hanya untuk liburan, tetapi berpikir akan menetap disini selama satu atau dua tahun," sambungnya
seperti dilansir TribalFootball, Senin (9/6).
Eriksson menjelaskan, meski Lampard belum dikatakan gelandang dengan torehan gol terbanyak, mengingat ada banyak pemain gelandang di luar sana yang rekor gol-nya lebih banyak dari Lampard. Tapi ia yakin, bersama Guangzho, Lampard akan melambung dan menambah pundi-pundi gol-nya sebagai pemain gelandang yang mampu mencetak gol terbanyak.
"Dia (Lampard) luar biasa dan saya yakin dia akan menjadi besar di sekitar tempat saya. Saya telah berbicara kepada agen tentang hal itu, tetapi uang itu melampaui anggaran kami. Jadi saya tidak yakin klub menyanggupi itu," tambah pria Swedia yang telah berusia 66 tahun.
[rus]
BERITA TERKAIT: