Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan di Jakarta (Selasa, 3/6) juga diperoleh informasi bahwa pertumbuhan pendapatan PT Electronic City Indonesia, Tbk. pada tahun lalu tercatat sebesar 40,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Tahun 2012 total penjualan Electronic City sebesar Rp 1,431 miliar, sementara di tahun 2013 Rp 2,013 miliar di tahun 2013. Nilai penjualan ini terutama diperoleh daru peningkatan penjualan barang-barang elektronik dan komisi penjualan barang konsinyasi.
Adapun laba kotor Electronic City meningkat 47,0% dari Rp 276 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 406 miliar di tahun 2013.
Didirikan pada 1 November 2001, Electronic City dikenal sebagai salah satu pusat penjual produk elektronik terbesar di Indonesia. Hingga saat ini Electronic City telah memiliki beberapa cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Bandung, Surabaya, Bali, Batam, Palembang dang Medan. Sementara saham Electronic City mulai terdaftar di lantai bursa pada 3 Juli 2013.
Barang-barang elektronik buatan Korea Selatan saat ini merupakan komoditas utama yang dijual di semua toko Electronic City.
Dalam RUPS tersebut, sebagaimana dilansir
koreakini.com, juga diketahui bahwa Electronic City mencatatkan peningkatan total aset sebesar 331,6 persen dari Rp 469 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 2.023 miliar di tahun 2013.
Selain itu, dalam RUPS itu juga diputuskan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan baru mengenai masa jabatan Direktur Independen. Dalam RUPS diputuskan Komisaris Utama adalah Hartono Tjahjadi Adiwana, dengan Komisaris Andi Bharata Winata dan Stephen Pribadi, serta Komisaris Independen, Grant Scott Ferguson dan Yuli Soedargo.
Sementara Dewan Direksi dipimpin Direksi Utama Ingrid Pribadi, dua Direktur yakni Made Agus Dwiyanto dan Fery Wiraatmadja, serta Direktur Independen Anita Angeliana.
[ysa]
BERITA TERKAIT: