Jangan Sampai Demokrasi Indonesia Mundur ke Belakang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 28 Mei 2014, 02:53 WIB
Jangan Sampai Demokrasi Indonesia Mundur ke Belakang
ilustrasi/net
rmol news logo . Perjuangan Reformasi 1998 yang ditujukan untuk membuka ruang partisipasi politik rakyat yang luas sebagai jalan pemenuhan hak sipil-politik dan pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya berubah menjadi politik transkaksional yang menempatkan rakyat sebagai komoditi politik layaknya barang dagangan di pasar.

Demikian disampaikan Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 28/5).

"Sehingga tidak heran jika perjalanan era reformasi ini justru melahirkan wabah korupsi yang luas menjangkiti kekuasaan oligarki, yaitu kekuasaan ditangan segillintir orang kaya yang menguasai lembaga pemerintahan," ungkap Lamen.

Oleh karena itu, lanjut Lamen, dalam  pemilihan presiden 2014 ini, rakyat Indonesia harus memperoleh kesempatan yang luas untuk dapat memberikan hak pilihnya secara demokratis dan bebas dari praktek kotor politik uang. Jika tidak, demokrasi yang telah diperjuangkan selama ini akan kembali mundur ke belakang seperti di era Orde Baru:

"Yaitu demokrasi semu yang terus menerus dijaga melalui pendekatan stabillitas politik dan keamanan," demikian Lamen. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA