Pilpres Harus Jadi Momentum Mengubah Kebijakan yang Selama Ini Neolib

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 28 Mei 2014, 00:33 WIB
Pilpres Harus Jadi Momentum Mengubah Kebijakan yang Selama Ini Neolib
ilustrasi/net
rmol news logo . Pemilihan Presiden 2014 harus menjadi momentum untuk mengoreksi kembali berbagai kebijakan pemerintahan sebelumnya yang tidak membela kepentingan demokrasi dan kesejahteraan rakyat. Selama ini kebijakan pemerintah lebih ramah dan peduli terhadap kepentingan pasar bebas, atau dengan kata lain neoliberalisme dan neokolonialisme.

"Disahkannya berbagai kebijakan pro pasar bebas selama pemerintahan paska reformasi ini membuat pemenuhan hak dasar ekonomi sosial dan budaya rakyat Indonesia semakin jauh dari kenyataan," kata Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 28/5).

Lamen mencatat, saat ini, pengangguran terdidik terus meningkat, daya beli rakyat terus menurun akibat upah tak sebanding dengan keringat kerja yang dikeluarkan, perampasan sumber-sumber kehidupan rakyat makin merajalela, perlindungan hak minoritas kian dibiarkan, sementara hak politik rakyat dijadikan barang dagangan oleh oligarki politik untuk mempertahankan kekuasaannya.

Sementara itu, sambung Lamen, peningkatan pertumbuhan ekonomi yang selama ini diklaim pemerintah faktanya tak lebih hanya pertumbuhan semu yang hanya dinikmati oleh segelintir orang.

"Tingkat kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin terus terjadi dan cenderung terus meningkat kesenjangan tersebut. Inilah salah satu faktor yang mendorong subur tumbuhnya oligarki politik di satu sisi dan perusakan hak sipil politik rakyat menjadi barang dagangan," demikian Lamen. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA