Syahganda: Visi Prabowo Sejalan dengan Semangat Muhammadiyah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 24 Mei 2014, 17:08 WIB
Syahganda: Visi Prabowo Sejalan dengan Semangat Muhammadiyah
prabowo subianto/net
rmol news logo . Kekuatan visi misi Prabowo sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang di antaranya berorientasi terhadap pengembangan ekonomi umat termasuk rakyat kecil. Maka tak heran, penyampaian visi misi Prabowo Subianto saat berpidato pada acara Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu siang tadi (24/5) mendapat antusiasme besar dari peserta yang jumlahnya lebih dari seribu itu.

Menurut Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, visi misi Prabowo memang diletakkan untuk membangun karakter bangsa, khususnya di bidang sosial ekonomi agar tercipta mandat kemajuan sekaligus kemandirian nasional yang berbasiskan kemartabatan rakyat. Sementara itu, keberadaan ormas Muhammadiyah sejauh ini memiliki fokus bagi terselenggaranya penguatan unsur pendidikan, serta pelayanan di bidang pemberdayaan ekonomi yang meliputi keumatan dan bangsa.

"Inilah bentuk keserasian antara visi misi Prabowo dengan perjalanan Muhammadiyah, sehingga bisa dikatakan pencapresannya lebih mudah untuk diterima oleh kalangan Muhammadiyah," ujar kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia ini beberapa saat lalu (Sabtu, 24/5).

Syahganda mengatakan, dalam konteks perjuangan Muhammadiyah untuk terbangunnya aspek kebangsaan yang kukuh dengan nilai-nilai kemandirian, maka aspirasi itu sebenarnya dapat dipadukan dalam cita-cita yang sama dengan integritas Prabowo, oleh karena tidak terdapat perbedaan visi dalam baik dalam arah ataupun pemikirannya.

Ia menjelaskan, potensi keanggotaan Muhammadiyah sebagai sebuah ormas terbesar di tanah air, tentu saja menghendaki adanya lingkungan yang kondusif terkait kebijakan negara di tingkat nasional untuk melaksanakan misi dan sejumlah programnya. Dengan demikian, harmoni itu bisa dilakukan melalui kebersamaan strategis yang secara fundamental mendapat titik temu dengan agenda kebangsaan Capres Prabowo.

"Namun, hal itu tetap tidak boleh merusak independensi Muhammadiyah, yang tergolong sudah mapan dalam mengembangkan model-model kegiatannya," ungkap Syahganda.

Ia juga meyakini, dalam momentum Pilpres 2014 ini terjadi harapan yang kuat dari kader-kader Muhammadiyah untuk mendukung dan memilih sosok Prabowo, mengigat kedua elemen itu memiliki keserasian pada agenda nasional kebangsaan, keumatan, dan kerakyatan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA