Menurutnya, tes kejantanan atau tes seksualitas capres-cawapres perlu dilakukan. Hal ini untuk memastikan identitas sang cawapres. Sebagai pendukung Jokowi, Utje mengatakan dirinya meyakini baik Jokowi maupun Jusuf Kalla pasti berani melakukan tes kejantanan atau tes seksualitas itu.
"Pasti berani dong. Mereka lurus-lurus saja," kata Utje beberapa saat lalu (Jumat, 23/5), sambil mengutio sosiolog film, DA Peransip, bahwa kalau film Indonesia berkaca di cermin, wajah yang tampil adalah laksana di cermin retak.
"Kalau Jokowi-JK, wajah yang tampil di cermin adalah wajah asli, wajah kerakyatan, populis, apa adanya. Tanpa
make-up," kata dia.
Utje juga kembali mengutip pernyataan Wakil Ketua Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Ridwan Darmawan, yang menyebutkan bahwa tes kejantanan atau tes seksual tersebut sebenarnya perlu dilakukan.
Menurut Ridwan, banyak hasil penelitian dan analisa dari para ahli yang sudah dipublikasikan menunjukkan bahwa kesehatan seksual atau fungsi-fungsi alat seksualitas sangat penting, yang bisa bisa mempengaruhi sikap, pandangan hidup, hingga tindakan yang diambil seseorang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: