Tim Dokter Harus Buka Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres dan Cawapres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 23 Mei 2014, 13:23 WIB
Tim Dokter Harus Buka Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres dan Cawapres
ilustrasi/net
rmol news logo . Pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan yang dilakukan tim dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) sebaiknya diumumkan ke publik. Khususnya menyangkut kejiwaan para calon presiden karena publik harus mendapat informasi yang utuh mengenai kestabilan jiwa calon pemimpinnya.

"Jika kestabilan dan jiwa dan emosi calon presiden tidak diketahui sejak awal. Apakah KPU dan tim dokter RSPAD akan bertanggungjawab jika presiden yang terpilih kelak berperilaku psikopat, megalomania, haus darah ataupun schizofrenia? Ini menyangkut kewenangan atas penggunaan angkatan bersenjata dalam melindungi rakyat dan hak-hak sipil," kata politisi muda PDI Perjuangan, Fahmi Habcy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 23/5).

Menurut Fahmi, publik dan rakyat tidak bisa mengandalkan hanya sekedar pada visi misi dan intelektual calon presiden. Rakyat juga butuh gambaran utuh soal emotional inteligence-nya. Dan ini adalah hak rakyat untuk mengetahui informasi itu karena tes tersebut dibayar oleh pajak rakyat.

"Anda mau dipimpin oleh presiden yang hobinya ringan tangan, mudah marah. Bagaimana jika kewenangan TNI dan peluru dibawah kendalinya? Jika Hitler dan Pinochet Chili awal memulai karirnya juga mampu membawa harapan di atas langit rakyatnya, tapi  akhirnya penderitaan yang menyedihkan. Apalah artinya tes-tes kejiwaan itu jika publik tak pernah tahu hasilnya," demikian Fahmi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA