Kelompok Sahabat Demokrat Indonesia (SDI) menilai, ada dua pondasi utama dalam kalkulasi politik ini. Pertama, Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono hanya punya modal 10 persen suara sebagai hasil pemilihan anggota lembaga legislatif.
Kedua, pemenang Konvensi Demokrat memiliki elektabilitas yang jauh di bawah Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Keduanya adalah capres dari PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.
Di tengah situasi seperti ini, Demokrat melihat setitik harapan bila partai Golkar mencalonkan Sultan HBX. Apabila itu dilakukan, Demokrat akan menyambutnya dengan gembira. Sementara untuk wakilnya Sultan bisa melirik hasil Konvensi Demokrat atau memilih calon lain yang menurut survei punya elektabilitas cukup tinggi dan mendukung.
Pertanyaan lain yang belakangan kerap disampaikan kepada petinggi-petinggi Partai Demokrat adalah: mengapa Demokrat tidak memilih Prabowo dari Gerindra atau Jokowi dari PDIP?
Langkah ini tidak diambil, karena kedua partai itu adalah partai oposisi. Di sisi lain, kedua partai itu pun tidak melakukan pendekatan kepada Demokrat karena masih menghargai Konvensi Demokrat.
Demokrat akan mengumumkan hasil Konvensi hari Sabtu ini (17/5). Sementara di hari Minggu akan menggelar Rapat Pimpinan. Keputusan mengenai tawaran kemenangan bersama Golkar ini akan dibahas dalam pertemuan itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: