Konflik Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie dan Bikin Rumit Peta Koalisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 15 Mei 2014, 10:49 WIB
Konflik Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie dan Bikin Rumit Peta Koalisi
rmol news logo Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan capres dari partai banteng bermoncong putih itu Joko Widodo alias Jokowi dibikin sibuk oleh konflik internal di tubuh Partai Golkar.

Konflik internal dimaksud adalah antara kubu atau pendukung Aburizal Bakrie dan kubu Jusuf Kalla. Aburizal Bakrie alias Ical adalah ketua umum petahana Golkar. Sementara Jusuf Kalla adalah mantan ketua umum partai itu.

Sementara kalangan di Golkar tidak dapat menerima manuver JK mendekati PDIP melalui seorang perwira tinggi Polri yang dikenal dekat sejak lama dengan Mega. Menurut kalangan ini, sebagai mantan ketua umum dan salah seorang kader senior Partai Golkar, JK semestinya tidak bertindak sendirian, dan membesarkan diri sendiri.

Manuver JK ini dianggap melanggar disiplin organisasi. Dari sudut pandang yang lain, manuver JK merapat ke PDIP dikhawatirkan dapat membelah konsentrasi dan kohesifitas kader Golkar. Sebagai kader utama partai, bukankah seharusnya JK memahami hal ini?

Di sisi yang lain, Aburizal Bakrie diminta oleh orang-orang dekatnya untuk bertindak atas nama partai merapat ke PDIP dan Jokowi yang hingga kini paling difavoritkan menang dalam pemilihan presiden Juli mendatang kendati jaraknya dengan jago Gerindra Prabowo semakin tipis.

Berbagai pesan sudah dikirimkan kubu Ical ke Jokowi dan PDIP. Sampai akhirnya, Ical rela mendatangi Jokowi di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Selasa malam (13/5). Dalam pertemuan itu, Ical disebutkan sesungguhnya berharap terjadi pembicaraan yang lebih substansial mengenai arah koalisi. Termasuk soal jatah kursi untuk Partai Golkar.

Tidak harus detil. Yang penting cukup untuk menjadi bahan penjelasan Ical di hadapan petinggi-petinggi Golkar lainnya.

Tetapi apa daya, Jokowi tampil dengan tone seperti biasa. Ia menegaskan tidak ada pembicaraan soal pembagian kursi. Juga tidak ada pembicaraan soal cawapres.

Ical pulang dengan tangan hampa. Pendukung JK puas dan gembira.

Pertemuan Ical dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (Rabu, 14/5) dibaca banyak kalangan sebagai pengobat kecewa Aburizal Bakrie yang tak dapat ketegasan soal kursi koalisi dari Jokowi. Pertemuan SBY dan Ical dilanjutkan dengan pembentukan tim khusus yang akan membahas rencana koalisi kedua partai itu.

Tetapi, rencana pertemuan Ical dan Megawati siang ini (Kamis, 15/5) membuat peta menuju koalisi menjadi rumit lagi. Publik kembali bertanya-tanya mengapa Ical kembali membelokkan anjungan.

Apakah karena ia masih tidak puas dengan proposal koalisi yang diajukan Demokrat? Apakah ia masih berharap Megawati akan lebih konkret bicara soal kursi dalam koalisi?

Manuver Ical bertemu dengan Megawati siang ini membuat pendukung JK di PDIP kembali ketar-ketir. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA